Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mencatat tingkat kelulusan siswa kelas XII SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2025/2026 mencapai 99,94 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menyebut jumlah siswa tidak lulus sangat kecil di seluruh jenjang. Dari 32.518 siswa, sebanyak 32.499 lulus dan 19 siswa tidak lulus.
“Dari data kami, hanya 19 siswa yang tidak lulus,” kata Andi, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai capaian ini menunjukkan kinerja positif pendidikan menengah di Kepri, meski masih ada kendala di lapangan.
Pada jenjang SMA, 19.675 dari 19.676 siswa di 165 sekolah dinyatakan lulus (99,99 persen), dengan satu siswa tidak lulus. Di SMK, 12.755 dari 12.773 siswa di 91 sekolah lulus (99,86 persen), sementara 18 siswa tidak lulus.
Seluruh siswa SLB lulus 100 persen. Sebanyak 69 siswa dari 17 sekolah dinyatakan lulus.
Andi menyebut penyebab utama siswa tidak lulus adalah tidak mengikuti pembelajaran hingga tuntas dan memilih berhenti sekolah. Satu siswa di Kabupaten Natuna juga tidak lulus karena menikah.
“Ada yang tidak aktif belajar, ada yang berhenti. Bahkan satu siswa menikah,” ujarnya.
Kasus tidak lulus paling banyak terjadi di Kota Batam, umumnya karena rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran.
Dinas Pendidikan Kepri telah mendorong siswa dan orang tua melalui sekolah agar menyelesaikan pendidikan. Namun, keputusan pribadi siswa dan keluarga kerap menjadi kendala.
Andi menegaskan, kelulusan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai aturan. Ia menilai capaian ini sebagai indikator positif, tetapi masalah putus sekolah dan partisipasi siswa tetap perlu perhatian.
“Ke depan, bukan hanya kelulusan tinggi, tetapi partisipasi siswa juga harus meningkat,” tutupnya.
Editor: Bibah






