Kelulusan Siswa Kepri 99,94 Persen, 19 Orang Tidak Lulus

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pelajar SMA di Indonesia

Ilustrasi Pelajar SMA di Indonesia

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mencatat tingkat kelulusan siswa kelas XII SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2025/2026 mencapai 99,94 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menyebut jumlah siswa tidak lulus sangat kecil di seluruh jenjang. Dari 32.518 siswa, sebanyak 32.499 lulus dan 19 siswa tidak lulus.

“Dari data kami, hanya 19 siswa yang tidak lulus,” kata Andi, Rabu (6/5/2026).

Ia menilai capaian ini menunjukkan kinerja positif pendidikan menengah di Kepri, meski masih ada kendala di lapangan.

Pada jenjang SMA, 19.675 dari 19.676 siswa di 165 sekolah dinyatakan lulus (99,99 persen), dengan satu siswa tidak lulus. Di SMK, 12.755 dari 12.773 siswa di 91 sekolah lulus (99,86 persen), sementara 18 siswa tidak lulus.

Baca Juga :  Wagub Nyanyang Tekankan Pelayanan dan Perlindungan Terbaik bagi Jemaah Haji

Seluruh siswa SLB lulus 100 persen. Sebanyak 69 siswa dari 17 sekolah dinyatakan lulus.

Andi menyebut penyebab utama siswa tidak lulus adalah tidak mengikuti pembelajaran hingga tuntas dan memilih berhenti sekolah. Satu siswa di Kabupaten Natuna juga tidak lulus karena menikah.

“Ada yang tidak aktif belajar, ada yang berhenti. Bahkan satu siswa menikah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Ansar: Kepri Perisai Kedaulatan Laut dan Benteng Ekonomi Indonesia

Kasus tidak lulus paling banyak terjadi di Kota Batam, umumnya karena rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran.

Dinas Pendidikan Kepri telah mendorong siswa dan orang tua melalui sekolah agar menyelesaikan pendidikan. Namun, keputusan pribadi siswa dan keluarga kerap menjadi kendala.

Andi menegaskan, kelulusan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai aturan. Ia menilai capaian ini sebagai indikator positif, tetapi masalah putus sekolah dan partisipasi siswa tetap perlu perhatian.

“Ke depan, bukan hanya kelulusan tinggi, tetapi partisipasi siswa juga harus meningkat,” tutupnya.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Tiga Pekan Pascagempa, Pendidikan di NTT Mulai Pulih
Pemko Batam Lanjutkan Seragam Sekolah Gratis, 52.835 Siswa Jadi Penerima
Beasiswa Pemko Batam Buka Jalan Anak Hinterland Tembus Kampus Negeri Bergengsi
BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam
62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi
Amsakar Tegaskan Pembangunan SMKN 13 Batam Perkuat SDM Unggul
Menkomdigi Ajak Guru Kawal PP TUNAS, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Pegadaian Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Siapkan Masa Depan Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:35

Tiga Pekan Pascagempa, Pendidikan di NTT Mulai Pulih

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:36

Pemko Batam Lanjutkan Seragam Sekolah Gratis, 52.835 Siswa Jadi Penerima

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:05

Beasiswa Pemko Batam Buka Jalan Anak Hinterland Tembus Kampus Negeri Bergengsi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:46

BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:47

62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06