Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam mengoptimalkan Sistem Informasi Karantina Kesehatan (Sinkarkes) untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan karantinaan di seluruh pintu masuk wilayah Batam.
Kepala BBKK Batam Ahmad Hidayat mengatakan Sinkarkes mengintegrasikan seluruh layanan karantina kesehatan dalam satu platform digital. Sistem ini melayani pengawasan penumpang, pelayanan alat angkut, izin angkut orang sakit, hingga penerbitan surat layak terbang secara daring.
“Sinkarkes sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu dan terus kami sempurnakan setiap tahun. Sistem ini juga terintegrasi dengan Simponi dan sistem SSM pengangkut,” kata Ahmad di Batam, Selasa.
Ia menilai optimalisasi Sinkarkes sejalan dengan kebutuhan layanan yang cepat dan efisien di era digital. Seluruh prosedur dan persyaratan layanan tersedia jelas dalam sistem, sehingga pengguna jasa dapat menyiapkan dokumen sejak awal tanpa harus datang berulang kali.
Ahmad menambahkan Sinkarkes juga mendukung kewaspadaan dini penyakit di pelabuhan dan bandara. Sistem menyaring data untuk menentukan tingkat risiko penumpang dan alat angkut yang masuk.
“Penumpang atau alat angkut berisiko akan kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan lanjutan di lapangan,” ujarnya.
Dengan banyaknya pintu masuk internasional di Batam, Sinkarkes menjadi instrumen penting dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Pengawasan penumpang internasional, termasuk layanan Sertifikat Vaksinasi Internasional (ICV) bagi jamaah umrah, izin angkut pasien sakit dan jenazah, serta layanan vaksinasi dilakukan melalui sistem ini.
Untuk layanan vaksinasi, seperti vaksin meningitis, calon penerima vaksin wajib mendaftar secara daring sebelum datang ke lokasi.
Pengguna Sinkarkes meliputi klinik vaksinasi, agen pelayaran, maskapai penerbangan, hingga penumpang.
Editor: Yuli






