Indonesia Dorong Tata Kelola AI Global yang Inklusif dan Berorientasi Pembangunan

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid dalam forum Global Dialogue on Artificial Intelligence (AI) Governance di Jenewa, Swiss. (foto: cuplikan webtv.un.org)

Menkomdigi Meutya Hafid dalam forum Global Dialogue on Artificial Intelligence (AI) Governance di Jenewa, Swiss. (foto: cuplikan webtv.un.org)

Indonesia mendorong pembentukan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) global yang inklusif, berpusat pada manusia, dan berorientasi pada pembangunan. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia ingin seluruh negara, khususnya negara berkembang, memperoleh kesempatan yang sama memanfaatkan AI.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan komitmen itu saat mewakili Indonesia dalam Global Dialogue on Artificial Intelligence Governance, forum tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Selasa (7/7/2026).

Meutya menegaskan Presiden Prabowo Subianto mendorong tata kelola AI yang tidak hanya berfokus mengurangi risiko, tetapi juga mempercepat pembangunan, meningkatkan layanan publik, dan memperluas inklusi sosial.

Meutya menilai tantangan terbesar tata kelola AI global adalah mempersempit kesenjangan pemanfaatan teknologi antarnegara.

Menurutnya, kesenjangan itu tidak hanya menyangkut akses terhadap model AI dan teknologi terbaru, tetapi juga konektivitas, tata kelola data, infrastruktur digital, pembiayaan, kesiapan regulasi, serta kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Kabar Gembira untuk UMK: BPJPH Buka 1,35 Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis 2026

Pemerintah juga mempercepat penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI Nasional sebagai pedoman pengembangan AI yang bertanggung jawab, etis, terpercaya, dan berpusat pada manusia.

Meutya menegaskan pemerintah menempatkan hak asasi manusia, perlindungan privasi, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan manusia sebagai prinsip utama dalam pengembangan AI di Indonesia.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Melalui regulasi itu, pemerintah mewajibkan platform digital berisiko tinggi menunda akses akun anak hingga usia 16 tahun. Kebijakan tersebut juga mendorong berbagai platform menonaktifkan sekitar lima juta akun anak dalam lima bulan terakhir.

Baca Juga :  Pratikno: Lindungi Anak dari Kekerasan, Kunci Wujudkan SDM Unggul Indonesia

Indonesia juga mengajak komunitas internasional membangun tata kelola AI yang menghormati kondisi dan tingkat pembangunan setiap negara.

Untuk itu, Indonesia mendorong peningkatan kapasitas, kemitraan teknologi, akses terhadap komputasi dan layanan cloud, pengembangan AI berbahasa lokal, serta skema pembiayaan yang inovatif bagi negara berkembang.

Menutup pidatonya, Meutya menegaskan prinsip Indonesia dalam tata kelola AI global, yakni “capacity before compliance” atau membangun kapasitas sebelum menerapkan kepatuhan.

Forum PBB tersebut dihadiri 108 delegasi dari berbagai negara, termasuk kepala pemerintahan, wakil kepala pemerintahan, serta para menteri komunikasi dan teknologi dari Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Jerman, Italia, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Turki, Uni Eropa, dan sejumlah negara lainnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45