Indonesia Dorong Tata Kelola AI Global yang Inklusif dan Berorientasi Pembangunan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid dalam forum Global Dialogue on Artificial Intelligence (AI) Governance di Jenewa, Swiss. (foto: cuplikan webtv.un.org)

Menkomdigi Meutya Hafid dalam forum Global Dialogue on Artificial Intelligence (AI) Governance di Jenewa, Swiss. (foto: cuplikan webtv.un.org)

Indonesia mendorong pembentukan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) global yang inklusif, berpusat pada manusia, dan berorientasi pada pembangunan. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia ingin seluruh negara, khususnya negara berkembang, memperoleh kesempatan yang sama memanfaatkan AI.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan komitmen itu saat mewakili Indonesia dalam Global Dialogue on Artificial Intelligence Governance, forum tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Selasa (7/7/2026).

Meutya menegaskan Presiden Prabowo Subianto mendorong tata kelola AI yang tidak hanya berfokus mengurangi risiko, tetapi juga mempercepat pembangunan, meningkatkan layanan publik, dan memperluas inklusi sosial.

Meutya menilai tantangan terbesar tata kelola AI global adalah mempersempit kesenjangan pemanfaatan teknologi antarnegara.

Menurutnya, kesenjangan itu tidak hanya menyangkut akses terhadap model AI dan teknologi terbaru, tetapi juga konektivitas, tata kelola data, infrastruktur digital, pembiayaan, kesiapan regulasi, serta kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Indonesia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Pemerintah juga mempercepat penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI Nasional sebagai pedoman pengembangan AI yang bertanggung jawab, etis, terpercaya, dan berpusat pada manusia.

Meutya menegaskan pemerintah menempatkan hak asasi manusia, perlindungan privasi, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan manusia sebagai prinsip utama dalam pengembangan AI di Indonesia.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Melalui regulasi itu, pemerintah mewajibkan platform digital berisiko tinggi menunda akses akun anak hingga usia 16 tahun. Kebijakan tersebut juga mendorong berbagai platform menonaktifkan sekitar lima juta akun anak dalam lima bulan terakhir.

Baca Juga :  Menkomdigi Tekankan Akurasi di Tengah Arus Informasi Digital

Indonesia juga mengajak komunitas internasional membangun tata kelola AI yang menghormati kondisi dan tingkat pembangunan setiap negara.

Untuk itu, Indonesia mendorong peningkatan kapasitas, kemitraan teknologi, akses terhadap komputasi dan layanan cloud, pengembangan AI berbahasa lokal, serta skema pembiayaan yang inovatif bagi negara berkembang.

Menutup pidatonya, Meutya menegaskan prinsip Indonesia dalam tata kelola AI global, yakni “capacity before compliance” atau membangun kapasitas sebelum menerapkan kepatuhan.

Forum PBB tersebut dihadiri 108 delegasi dari berbagai negara, termasuk kepala pemerintahan, wakil kepala pemerintahan, serta para menteri komunikasi dan teknologi dari Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Jerman, Italia, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Turki, Uni Eropa, dan sejumlah negara lainnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru