Kepri Masih Jadi Jalur Transit Narkotika Internasional

Senin, 29 Desember 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis akhir tahun 2025 Kinerja BNNP Kepri, di Kantornya, Nongsa, Senin (29/12).

Rilis akhir tahun 2025 Kinerja BNNP Kepri, di Kantornya, Nongsa, Senin (29/12).

Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menegaskan Batam masih menjadi jalur transit peredaran narkotika jaringan internasional. Narkoba yang masuk ke wilayah Kepri umumnya tidak ditujukan untuk pasar lokal, melainkan dikirim ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Brigjen Pol. Hanny Hidayat, S.I.K., M.H., diwakili Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Pol. Nestor N. Simanihuruk, menyebut jaringan narkotika memanfaatkan Batam sebagai titik penghubung distribusi ke Pekanbaru, Jakarta, Pulau Jawa, Medan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :  Sulap Dendang Melayu Jadi Ikon Baru Barelang

“Batam sering dijadikan titik transit. Tidak semua narkotika yang masuk beredar di Kepri,” ujar Nestor saat rilis akhir tahun 2025 di Kantor BNNP Kepri, Nongsa, Senin (29/12).

Ia menjelaskan, pelaku masih mengandalkan jalur laut, baik pelabuhan resmi maupun jalur tikus. Sebagian besar narkotika berasal dari Malaysia dan masuk melalui wilayah Sumatra sebelum diedarkan ke daerah lain. Jenis yang paling banyak diungkap adalah sabu dan ekstasi.

Baca Juga :  Gubernur Ansar: Keberhasilan Pembangunan Nasional Ditentukan Kabupaten

Sepanjang 2025, BNNP Kepri menyita sabu seberat 21.812,49 gram, ekstasi 11.484 butir, ekstasi serbuk 1.101,22 gram, serta ganja 5.827,68 gram. BNNP Kepri juga terlibat dalam pengungkapan kasus besar bersama BNN Pusat dengan total barang bukti lebih dari 2 ton narkotika.

BNNP Kepri menegaskan akan terus memperkuat penegakan hukum dan rehabilitasi untuk menekan peredaran narkotika di wilayah Kepulauan Riau.

 

Editor: Diki

Berita Terkait

Gangguan Jaringan Nasional, Layanan Telkomsel, IndiHome, dan Indibiz Menurun
“Mana Janjimu”, Giliran Mati Air Pemerintah Lepas Tanggungjawab
IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Scam
Milenial dan Gen Z Jadi Target Utama Scam Digital
TNI AL Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak Tingkatkan Profesionalisme Prajurit
Belasan Kios Ludes Dilalap Api di Pusat Kuliner Mega Legenda
Kapal FLF Permata Borneo 1, Karya Anak Bangsa Buatan Batam Dilincurkan
Mentan dan Barantin Tindak Tegas Masuknya Komoditas Pertanian Ilegal di Kepri
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:07 WIB

Gangguan Jaringan Nasional, Layanan Telkomsel, IndiHome, dan Indibiz Menurun

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:13 WIB

“Mana Janjimu”, Giliran Mati Air Pemerintah Lepas Tanggungjawab

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:03 WIB

IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Scam

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:35 WIB

Milenial dan Gen Z Jadi Target Utama Scam Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:51 WIB

TNI AL Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Foto: Dok KPK

Nasional

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:41 WIB

Gusti Yenosa atau Oca, kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2026–2030, dalam pemilihan demokratis di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). Foto: Istimewa

Daerah

Oca Terpilih Pimpin IJTI Kepri Periode 2026–2030

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:30 WIB