Mendagri Dorong Percepatan Relokasi Warga dan Penguatan Tata Ruang Pascabencana Longsor

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Muhammad Tito Karnavian, meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026). Foto: Kemendagri RI

Mendagri Muhammad Tito Karnavian, meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026). Foto: Kemendagri RI

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong percepatan relokasi warga serta penguatan tata ruang di daerah rawan bencana usai meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Tito menyampaikan duka cita atas korban jiwa dan warga yang masih dalam pencarian. Ia menegaskan pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut.

Menurut Tito, longsor tidak hanya dipicu hujan deras, tetapi juga kondisi tanah yang gembur dan rapuh. Ia menilai struktur tanah di kawasan perbukitan itu tidak mampu menahan beban saat curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Kepri Borong Dua Penghargaan Nasional, Ansar Ahmad Raih Kategori Tertinggi

Selain itu, Tito menyoroti alih fungsi vegetasi yang memperparah risiko longsor. Tanaman berakar kuat yang berfungsi menahan tanah banyak digantikan tanaman hortikultura, sehingga kawasan menjadi sangat rentan saat hujan lebat.

Dalam penanganan jangka pendek, pemerintah memprioritaskan pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Tito mengapresiasi sinergi Pemda, TNI, Polri, relawan, dan pemerintah pusat dalam penanganan darurat.

Baca Juga :  OJK dan Bappebti Resmi Akhiri Masa Transisi Pengawasan Aset Keuangan Digital

Untuk jangka panjang, Tito menegaskan kawasan tersebut tidak lagi layak dihuni. Ia mendorong relokasi warga serta reboisasi dengan tanaman berakar kuat guna memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor berulang.

Tito juga menekankan pentingnya penguatan tata ruang dan pemetaan wilayah rawan bencana secara nasional. Ia meminta seluruh kepala daerah memetakan kawasan berisiko guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru