Menkomdigi: Tanpa Keterampilan Inklusif, Transformasi Digital Bisa Perlebar Ketimpangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memprioritaskan pengembangan keterampilan digital, pembelajaran sepanjang hayat, serta kebijakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Foto: Humas Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memprioritaskan pengembangan keterampilan digital, pembelajaran sepanjang hayat, serta kebijakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Foto: Humas Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memperingatkan, transformasi digital dan teknologi global tidak otomatis menguntungkan semua orang. Tanpa kebijakan keterampilan yang inklusif, perubahan dunia kerja justru memperlebar kesenjangan sosial.

Meutya menyampaikan hal ini dalam sesi Crisis or Opportunity? Skills for a 2030 Workforce di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) 2026, Selasa (20/1/2026).

“Pekerjaan tidak hilang, yang berubah adalah keterampilan. Jika negara gagal menyiapkan warganya secara merata, teknologi akan meninggalkan banyak orang di belakang,” tegas Meutya.

Ia menyoroti kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan ekonomi masa depan sebagai tantangan utama dunia kerja. Meutya mengutip Future of Jobs Report WEF, yang memproyeksikan 170 juta pekerjaan baru tercipta global hingga 2030, sementara 92 juta peran lama hilang.

Baca Juga :  Tujuh Kementerian Sepakati Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan

Dengan lebih dari 230 juta pengguna internet dan populasi muda dominan, Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan transformasi digital. Namun, Meutya menekankan, potensi itu hanya bisa terwujud jika keterampilan merata ke seluruh masyarakat.

“Generasi muda, perempuan, pekerja sektor informal, dan kelompok dengan akses terbatas harus masuk agenda keterampilan nasional. Inklusi bukan tambahan, tapi syarat utama untuk keadilan sosial,” katanya.

Pemerintah Indonesia kini fokus mengembangkan keterampilan digital, mendorong pembelajaran sepanjang hayat, dan menerapkan kebijakan adaptif teknologi. Meutya menekankan, langkah ini akan meningkatkan mobilitas sosial dan daya saing nasional, bukan menambah jurang sosial.

Baca Juga :  Persiapan Posko dan Media Center Pascabencana Sumatra

“Keterampilan digital harus bersinergi dengan kemampuan manusia seperti berpikir kritis, adaptasi, dan kolaborasi. Masa depan kerja ditentukan di sini,” tambahnya.

Menutup sesi, Meutya menegaskan, dekade ini menentukan arah pembangunan SDM Indonesia. “Kebijakan hari ini akan memutuskan apakah transformasi digital menjadi jalan naik kelas bersama atau memperlebar kesenjangan. Indonesia memilih menyiapkan seluruh warganya menghadapi perubahan,” ujarnya.

Sesi ini juga menghadirkan Founder & CEO AI Academy Asia Bolor Erdene Battsengel dan CEO & Co-Founder Teach For All Wendy Kopp. Sumber InfoPublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru