Musrenbang Kepri 2026 Bahas RKPD 2027, Fokus Pembangunan Berkelanjutan dan Daya Saing Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura dalam kegiatan Musrenbang Provinsi Kepri Tahun 2026 digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wagub Nyanyang Haris Pratamura dalam kegiatan Musrenbang Provinsi Kepri Tahun 2026 digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). Forum ini membahas penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sekaligus menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan arah pembangunan Kepri harus terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Tema dan prioritas RKPD 2027 harus menjadi arah nyata pembangunan yang berdampak bagi masyarakat,” kata Ansar.

Pemerintah Provinsi Kepri memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Pemerintah juga menambah program beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu serta memperkuat pendidikan vokasi.

Pemprov Kepri juga meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik agar kualitas pendidikan semakin baik.

Di sektor kesehatan, pemerintah memperkuat layanan melalui program beasiswa kedokteran, peningkatan fasilitas rumah sakit, serta perluasan jaminan kesehatan daerah.

Pemprov Kepri juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah melanjutkan program subsidi margin bunga nol persen untuk pelaku usaha serta memperkuat dukungan bagi UMKM, petani, dan nelayan.

Di sektor infrastruktur, pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperluas layanan dasar masyarakat.

Pemprov Kepri melanjutkan program listrik desa “Kepri Terang”, memperluas penyediaan air bersih, serta menata kawasan permukiman.

Baca Juga :  BI Kepri: Penggunaan QRIS di Kepri Terus Tumbuh

Pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat. Program jaminan ketenagakerjaan bagi nelayan, petani, dan pekerja informal terus diperluas.

Selain itu, pemerintah memberikan insentif bagi perangkat desa dan kader masyarakat yang berperan dalam pelayanan publik.

Di bidang budaya, Pemprov Kepri melanjutkan revitalisasi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah bahasa Melayu, termasuk pembangunan museum dan monumen bahasa nasional.

Ansar juga memaparkan capaian pembangunan daerah. Prevalensi stunting di Kepri turun menjadi 15 persen, sedangkan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 98,43 persen sehingga Kepri meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Pratama.

Ansar mengajak seluruh pemangku kepentingan berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk mewujudkan Kepulauan Riau yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi kinerja pembangunan Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai menunjukkan capaian positif di tingkat nasional.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,89 persen dan menempati peringkat keempat nasional. Inflasi juga tetap terkendali di angka 3,54 persen.

Bima juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas yang mencapai 17,36 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Kepri turun dari 7,07 persen pada 2020 menjadi 4,85 persen pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga mencapai 80,53, termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Ansar–Nyanyang Buka Safari Ramadan 1447 H di Lingga, Salurkan Rp15 Juta untuk Dua Masjid

Menurut Bima, Kepri memiliki kapasitas fiskal yang kuat karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar dibandingkan transfer pemerintah pusat.

Namun, ia mengingatkan pemerintah daerah agar mengoptimalkan realisasi belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Bima juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program prioritas nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta pemerintah daerah memastikan pengelolaan program berjalan baik, mulai dari rantai pasok, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat seperti pelajar, ibu hamil, dan balita.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung penyediaan bahan pangan bagi program MBG.

Bima menegaskan Musrenbang harus menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Musrenbang tidak boleh sekadar formalitas. Perencanaan pembangunan harus selaras antara pusat dan daerah serta mampu menjawab tantangan ke depan,” tegasnya.

Di akhir acara, Pemprov Kepri menyerahkan penghargaan kepada kabupaten/kota se-Kepri atas capaian kinerja dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 Tahun Ukur 2025.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22 WIB

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Berita Terbaru