Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: Humas OJK

Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: Humas OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Pasar Modal Indonesia menunjukkan kinerja solid dan berintegritas sepanjang 2025, meski menghadapi ketidakpastian global akibat kebijakan moneter, ketegangan geopolitik, dan tekanan perdagangan.

Kinerja positif tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan kapitalisasi pasar, meningkatnya aktivitas transaksi dan penghimpunan dana, serta lonjakan jumlah investor domestik, terutama dari kalangan generasi muda.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

“Hasil ini lahir dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun pasar modal yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Inarno pada Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja 2025, Presiden Soroti Tantangan Bangsa dan Kemandirian Pangan

Hingga 19 Desember 2025, IHSG tumbuh 22,10 persen year to date (ytd) dan ditutup di level 8.644,26. Kapitalisasi pasar meningkat 28,16 persen ytd menjadi Rp15.810 triliun, melampaui target Roadmap Pasar Modal dan RPJMN. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 12,10 persen ytd.

Industri pengelolaan investasi mencatat dana kelolaan Rp1.039 triliun atau tumbuh 24,16 persen ytd. Sepanjang 2025, pasar modal menghimpun dana Rp268,14 triliun dari 210 penawaran umum, melampaui target Rp220 triliun. Jumlah investor juga bertambah 5,34 juta, sehingga total SID mencapai 20,2 juta, dengan 79 persen berasal dari usia di bawah 40 tahun.

Baca Juga :  Pasar Modal Indonesia Perkuat Integritas, Likuiditas, dan Ekonomi Hijau

OJK terus menjaga integritas pasar melalui pemeriksaan, penegakan sanksi, serta penguatan regulasi. Sepanjang 2025, OJK menerbitkan berbagai POJK strategis dan mendorong transformasi pasar modal, termasuk pengembangan bursa karbon dan keuangan berkelanjutan.

Memasuki 2026, OJK menyiapkan agenda pendalaman pasar, peningkatan integritas, penguatan kelembagaan, serta perluasan ekosistem keuangan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru