BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Nelayan di Nias Utara

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), saat berkunjung di Kantor Bupati Nias Utara di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Kamis 915/1/2026). Foto : Istimewa

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), saat berkunjung di Kantor Bupati Nias Utara di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Kamis 915/1/2026). Foto : Istimewa

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung optimalisasi penyaluran BBM subsidi dan kompensasi bagi nelayan di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut sektor perikanan menjadi mata pencaharian utama masyarakat Nias Utara, dengan produksi sekitar 16.000 ton dan jumlah nelayan mencapai 3.300 orang pada 2025.

Saat ini, Nias Utara memiliki empat penyalur BBM subsidi, terdiri dari satu SPBU dan tiga SPBU Kompak. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengusulkan penambahan SPBU Nelayan.

BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Kelautan dan Perikanan meninjau langsung sejumlah lokasi usulan di Kecamatan Tuhemberua dan Afulu.

“Evaluasi kami memastikan lokasi tersebut layak menjadi klaster penyalur BBM bagi nelayan,” ujar Wahyudi, Kamis (15/01/2026).

Hasil evaluasi menunjukkan lokasi di Afulu dan Tuhemberua telah masuk rencana pembangunan penyalur BBM Satu Harga yang ditargetkan beroperasi pada 2026.

Penyalur BBM tersebut tidak hanya melayani nelayan, tetapi juga sektor pertanian, transportasi darat, UMKM, dan transportasi air bermotor tempel, sehingga lebih layak secara ekonomi.

Wahyudi menjelaskan jarak antarpenyalur BBM di Nias Utara masih jauh. Jarak terpanjang mencapai 52,5 kilometer, yakni dari Kecamatan Lahewa ke Alasa.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Ragam Program MyPertamina 2026, Apresiasi Ojol hingga Promo Hemat

Karena itu, BPH Migas mendorong percepatan perizinan agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T dapat beroperasi sebelum Desember 2026.

BPH Migas sambangi nelayan yang berada di Kabupaten Nias Utara, Kamis (15/1/2026)

Wahyudi juga mengingatkan nelayan untuk mengurus Surat Rekomendasi BBM subsidi melalui aplikasi XStar BPH Migas agar memperoleh jaminan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menilai pembangunan penyalur BBM Satu Harga penting untuk menekan harga BBM di Kepulauan Nias.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat perizinan pembangunan SPBU. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menyatakan tiga dari empat lokasi usulan telah masuk perencanaan program BBM Satu Harga.

Dalam rangkaian kunjungan ke Nias Utara, BPH Migas juga menyambangi Fuel Terminal Gunungsitoli untuk mengetahui ketahanan pasokan BBM untuk Kepulauan Nias. Berdasarkan paparan, diketahui pasokan BBM dalam kondisi aman. Hingga tanggal 15 Januari 2026, stok Pertalite mencapai 14,4 hari dan Biosolar 8 hari. Stok ini akan semakin bertambah dengan masuknya kapal pengangkut BBM yang direncanakan tanggal 19 Januari 2026 mendatang.

Baca Juga :  Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident

“Stok ini artinya sangat aman untuk masyarakat di wilayah Nias Utara maupun Kepulauan Nias. Distribusi BBM ini sudah secara day to day sudah terukur, terencana dan semua kebutuhan masyarakat perharinya bisa diantisipasi dan tidak ada terjadi keterlambatan suplai maupun pengiriman kepada SPBU yang ada di sekitar Kepulauan Nias maupun Nias Utara,” tambah Wahyudi.

Konsumsi BBM di Kepulauan Nias dan Kabupaten Nias Utara rata-rata didominasi untuk kebutuhan nelayan yang menggunakan BBM Pertalite. Kepulauan Nias merupakan wilayah dengan karakteristik kepulauan yang khas, tidak terintegrasi dengan kabupaten maupun provinsi lain. Hal ini menjadikan layanan BBM di SPBU-SPBU hanya khusus untuk masyarakat Kepulauan Nias.

Sementara, saat terjadi bencana alam di wilayah Sumatera Utara, distribusi BBM maupun LPG ke Nias tidak mengalami kendala operasional. Bahkan ketika terjadi bencana, FT Gunungsitoli menjadi salah satu tulang punggung yang membantu wilayah-wilayah di Sumatera yang terkena bencana.

Turut hadir FT Manager Gunungsitoli Budi Sulistyanto, Sales Area Manager Sibolga Denny Nugrahanto, Sales Branch Manager Nias Farisan K. Pratama, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06