Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam demi Lindungi Pelanggan

Senin, 9 Februari 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indosat mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam miliknya. Foto: Istimewa

Indosat mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam miliknya. Foto: Istimewa

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam miliknya. Perusahaan menjalankan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini untuk memblokir berbagai potensi penipuan digital sejak dini.

Indosat mengembangkan sistem tersebut bersama Tanla melalui platform Wisely AI. Teknologi ini langsung menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan, sehingga seluruh pengguna tetap terlindungi dari berbagai modus penipuan digital.

Indosat tidak hanya menyediakan konektivitas andal, tetapi juga memperkuat perlindungan bagi pelanggan yang menggunakan ponsel untuk komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi harian.

Data internal Indosat menunjukkan pelaku penipuan paling sering menggunakan modus OTP, phishing, dan undian palsu. Mereka memanfaatkan SMS dan panggilan suara sebagai saluran utama untuk menjangkau korban.

Indosat juga mencatat lonjakan aktivitas mencurigakan menjelang hari raya, musim belanja daring, dan periode pencairan bantuan sosial. Karena itu, sistem pengamanan bekerja lebih ketat pada periode rawan tersebut.

Baca Juga :  Indosat Pastikan Jaringan di Aceh Stabil Saat Ramadan, Hadirkan Program Surau Berdaya

Indosat mendorong pelanggan ikut berperan aktif mencegah penipuan digital. Hingga kini, lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan aplikasi perlindungan dan melaporkan sedikitnya 124.000 nomor terindikasi penipuan.

Melalui sistem ini, Indosat menekan risiko kehilangan dana, gangguan usaha, dan penyalahgunaan data pribadi. Perlindungan ini terutama membantu pelaku UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah rawan kejahatan digital.

Perusahaan memperkirakan sistem tersebut telah mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta. Survei internal juga menunjukkan 95 persen pelanggan merasa lebih aman saat berkomunikasi dan bertransaksi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menilai Indosat memanfaatkan teknologi AI secara konkret untuk melindungi konsumen dari ancaman penipuan digital.

CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan kolaborasi dengan Tanla memungkinkan perusahaan menyaring ancaman lebih cepat sebelum merugikan pelanggan.

Tanla terus mengembangkan sistem deteksi berbasis AI dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen serta memperbarui basis data secara real-time.

Baca Juga :  Horas Medan! 5G Indosat Hadir, Internet Medan Auto Paten

“Kami melindungi masyarakat sekaligus mendorong adaptasi digital di seluruh Indonesia,” ujar CEO Tanla, Uday Reddy.

Laporan State of Scams in Indonesia 2025 mencatat dua pertiga masyarakat pernah mengalami upaya penipuan dan sepertiga di antaranya menjadi korban. Sementara itu, data OJK menunjukkan total kerugian akibat penipuan mencapai Rp9,1 triliun sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Menjawab tantangan tersebut, Indosat dan Tanla terus menyempurnakan sistem agar mudah digunakan pelanggan. Pengguna IM3 dapat mengakses fitur SATSPAM, sedangkan pelanggan Tri memakai TRI AI dengan sistem kode warna risiko.

Sistem ini menyediakan berbagai fitur utama, seperti pemblokiran otomatis SMS penipuan, deteksi panggilan VoIP berisiko, notifikasi pop-up tingkat risiko panggilan, ringkasan aktivitas mencurigakan di aplikasi, serta integrasi fitur Plus+ di myIM3 dan bima+.

Editor: Bibah

Berita Terkait

MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK
Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal
VIDA Dukung Pelaporan SPT Coretax dengan Tanda Tangan Elektronik
Pantau Pengamanan, Kapolri Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kepri Aman Saat Ramadan–Idulfitri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:45 WIB

MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:18 WIB

Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:27 WIB

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:28 WIB

BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:37 WIB

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal

Berita Terbaru

Kepala Diskominfo Kota Batam Rudi Panjaitan

Pemerintahan

Pemko Batam Gelar Salat Istisqa Senin Pagi di Dataran Engku Putri

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:52 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berdialog dengan pengurus Kadin Kepri periode 2026–2030 di Pulau Penyengat, Sabtu (28/3/2026). Pertemuan ini seabagai ajang silaturahmi sekaligus membahas berbagai potensi pengembangan daerah. Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Ansar dan Kadin Kepri, Bahas Potensi Pengembangan Pulau Penyengat

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:30 WIB