Memasuki bulan suci Ramadan, warga mulai ramai menawarkan jasa penukaran uang pecahan melalui media sosial. Mereka mematok biaya administrasi bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per Rp100 ribu penukaran.
Kemunculan jasa ini langsung menarik perhatian warga Batam yang bersiap menyambut Lebaran.
Warga Batamcentre Khai, mengaku sudah melihat penawaran tersebut sejak pekan pertama Ramadan.
“Ada lapak jual beli di medsos. Saya masih tanya-tanya dulu, belum kepikiran tukar karena kebutuhan tidak banyak, tapi tetap harus ada,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Khai mengaku sempat mencoba mendaftar penukaran resmi melalui laman https://pintar.bi.go.id milik Bank Indonesia, namun gagal karena kuota habis.
“Daftarnya cukup lama. Sekali gagal harus ulang dari awal, akhirnya kehabisan kuota. Jadi nanti mungkin tukar di medsos saja,” kesalnya.
Ia menilai, semakin mendekati Lebaran, penawaran jasa tukar uang dengan biaya admin akan semakin banyak. Bahkan, bukan tidak mungkin tarif jasa ikut naik.
“Kalau sudah dekat hari H mungkin admin naik. Kalau ada uang sekarang lebih baik ditukar. Saya masih tunggu THR suami cair,” tambahnya.
Informasi yang beredar menyebutkan penukaran uang resmi melalui BI sudah berjalan dan akan membuka gelombang kedua pada 27 Februari mendatang.
Sementara itu, dalam rangka program Serambi 2026, Bank Indonesia mengimbau masyarakat menukar uang di lokasi resmi, seperti seluruh unit perbankan di Kepulauan Riau, layanan kas keliling BI, serta layanan Penukaran Uang Bersama BI dan Perbankan.
BI menegaskan, penukaran resmi tidak dikenakan biaya dan lebih aman dari risiko peredaran uang palsu maupun kekurangan jumlah uang. Masyarakat dapat mengakses jadwal, lokasi, dan tata cara penukaran melalui laman https://pintar.bi.go.id
Editor: Yuli






