Untuk pertama kalinya, Kota Batam menggelar “Batam Idul Fitri Food and Art Fest #01” di K Square Mall Batam. Bazar yang berlangsung pada 21 Maret hingga 3 April 2026 ini menjadi bagian dari perayaan menyambut Hari Raya Idulfitri sekaligus ajang promosi ekonomi kreatif.
Memasuki minggu kedua penyelenggaraan, panitia menggelar Lomba Mewarnai Tema Idulfitri pada Minggu (28/3/2026). Lomba ini diikuti puluhan anak dari berbagai sekolah di Batam. Para pemenang memperoleh trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.
Salah satu dewan juri dari Komunitas Seni Rupa Batam, Haryanto, SSR, menilai kualitas karya peserta cukup baik.
Menurutnya, sebagian besar peserta mampu menunjukkan keterampilan mewarnai yang baik, mulai dari teknik, komposisi warna, hingga kebersihan karya.
“Tema Idulfitri terlihat jelas dari gambar masjid, anak-anak berbaju muslim, hingga ornamen ketupat yang mereka tampilkan secara kreatif,” ujarnya.
Acara yang dipandu Siabang Edo dari Solidaritas Pembawa Acara Batam (SWARA) berlangsung lancar dengan suasana penuh keakraban dan semangat kompetisi yang positif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, yang menginisiasi kegiatan ini mengaku senang melihat antusiasme masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya merayakan Lebaran, tetapi juga bertujuan mendorong perkembangan subsektor ekonomi kreatif, khususnya seni rupa.
Ardi juga menyampaikan pesan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bahwa Batam terus berupaya memperkuat posisinya sebagai kota wisata.
Menurutnya, kota wisata harus memenuhi prinsip 3A, yakni Akses, Amenitas, dan Atraksi.
“Batam terus membangun infrastruktur, terutama akses jalan. Selanjutnya kita memperkuat amenitas bersama para pemangku kepentingan. Hari ini kita juga menghadirkan atraksi melalui event Batam Idul Fitri Food and Art Fest,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Eewah Event Organizer, Athaya Faiz, sebagai penanggung jawab kegiatan mengangkat tema “Alamak Raya Lagi”.
Tema tersebut terinspirasi dari lagu populer asal Malaysia dengan judul yang sama.
“Tema ini menggambarkan suasana menjelang Lebaran ketika orang tiba-tiba menyadari hari raya sudah dekat, sementara persiapan seperti baju baru atau hidangan Lebaran belum siap,” katanya.
Sebanyak 40 tenant meramaikan bazar ini. Beberapa di antaranya berasal dari Jakarta, seperti Pandawa dengan menu ayam bakar dan tahu gimbal, Ibu Liz dengan nasi goreng kambing babe dan ayam cabai hijau, serta Bu Ning dengan bakso goreng jumbo.
Selain bazar kuliner, panitia juga menggelar berbagai lomba setiap akhir pekan, seperti lomba merangkai ketupat, lomba lagu Hari Raya, dan lomba mewarnai tema Idulfitri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua dan Pembina SWARA Rani Purba dan Devid, serta perwakilan dari Asosiasi Pariwisata Batam.
Editor: Bibah






