Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan di Usia ke-14

Minggu, 5 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ketahanan pasokan pupuk di Indonesia didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Indonesia yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton. Foto: Istimewa

Ketahanan pasokan pupuk di Indonesia didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Indonesia yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton. Foto: Istimewa

PT Pupuk Indonesia (Persero) memasuki usia ke-14 dengan mempertegas komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional. Perusahaan mengusung tema “Transform, Sustain, Empower” sebagai arah transformasi industri pupuk agar lebih tangguh dan berkelanjutan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan perusahaan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri.

“Prioritas kami memastikan kebutuhan pupuk domestik terpenuhi. Setelah itu, Indonesia memiliki potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton untuk membantu menjaga keseimbangan pasokan global,” kata Rahmad.

Menurutnya, posisi strategis Indonesia sebagai produsen pupuk lahir dari transformasi yang terus dijalankan perusahaan untuk memperkuat industri pupuk nasional

Pupuk Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi 14,8 juta ton per tahun, termasuk 9,4 juta ton urea. Kapasitas tersebut membuat Indonesia mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan rantai pasok global.

Situasi geopolitik dunia, termasuk ketegangan di Timur Tengah, turut memengaruhi distribusi pupuk global. Namun, Indonesia tetap mampu menjaga produksi dan distribusi pupuk untuk kebutuhan nasional.

Baca Juga :  Tujuh Kementerian Sepakati Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan

Pemerintah juga memperkuat transformasi industri pupuk melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.

Regulasi ini mendorong sistem distribusi pupuk yang lebih efektif dan skema pembiayaan yang lebih adaptif.

Melalui perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi market-based mechanism atau marked-to-market (MtM), serta dukungan pembayaran subsidi di muka, Pupuk Indonesia memperoleh fleksibilitas finansial yang lebih kuat.

“Kami menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi,” ujar Rahmad.

Transformasi tersebut juga berdampak langsung pada sektor pertanian. Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi tepat waktu sejak 1 Januari selama dua tahun berturut-turut.

Baca Juga :  JNE Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026

Pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025.

Kebijakan tersebut mendorong peningkatan penyerapan pupuk subsidi hingga 31 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menyatakan transformasi industri pupuk memperkuat posisi Indonesia di tengah gangguan rantai pasok global.

“Kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas. Namun, banyak negara kini membutuhkan urea dari Indonesia. Ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan pasokan global,” kata Sudaryono.

Di usia ke-14, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri pupuk nasional serta memastikan pupuk semakin mudah diakses dan terjangkau bagi petani.

Dengan semangat Transform, Sustain, Empower, perusahaan berupaya terus mendukung ketahanan pangan Indonesia sekaligus menjaga stabilitas pasokan pupuk global.

Editor: Bibah

Berita Terkait

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL
Menko PMK Pimpin Rakor Penanganan Darurat Gempa Sulut–Malut
Komdigi Siap Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kembangkan AI untuk Layanan Publik
OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
Meta dan YouTube Tidak Penuhi Panggilan, Kemkomdigi Layangkan Panggilan Kedua Soal Kepatuhan Pelindungan Anak
OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:41 WIB

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 6 April 2026 - 10:33 WIB

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Minggu, 5 April 2026 - 15:14 WIB

Menko PMK Pimpin Rakor Penanganan Darurat Gempa Sulut–Malut

Minggu, 5 April 2026 - 15:00 WIB

Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan di Usia ke-14

Sabtu, 4 April 2026 - 14:55 WIB

Komdigi Siap Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kembangkan AI untuk Layanan Publik

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima sertifikat penghargaan saat menghadiri Musrenbang tingkat Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Daerah

Amsakar Dorong Sinergi Pembangunan di Musrenbang Kepri

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:37 WIB

Gubenur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Pemprov Kepri Buka Beasiswa 2026, Kuota Naik Jadi 1.212 Penerima

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:25 WIB

Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya, dalam kuliah umum bertajuk Akselerasi Literasi Ekonomi Syariah di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, Senin (6/4/2026). Foto: Istimewa

Pendidikan

OJK Kepri Perkuat Literasi Ekonomi Syariah di Kalangan Mahasiswa

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:10 WIB

Kondisi Waduk Sei Jago nampak dari udara. Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Wagub Kepri Minta Waduk Sei Jago Direhabilitasi Total

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:57 WIB