Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat transformasi digital desa melalui Program Kampung Internet. Hingga 2025, Komdigi membangun 1.282 titik akses di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB).
Staf Khusus Menteri Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyampaikan capaian itu saat kunjungan ke Kampung Internet Jeruk Manis dan Setanggor, NTB, Selasa–Rabu (21–22/4/2026).
Komdigi menjalankan program ini dengan tiga pilar: terhubung, tumbuh, dan terjaga. Program ini memastikan akses internet merata, mendorong ekonomi berbasis inovasi, serta menjaga ruang digital tetap aman.
“Arah ini menjadi kompas digital hingga 2029,” ujar Alfreno di Lombok Timur, Selasa (21/4/2026).
Komdigi tidak hanya memperluas jaringan. Program ini juga menyasar titik akses secara tepat, terutama untuk UMKM, rumah tangga, dan fasilitas umum di desa yang siap jaringan fiber optik.
Program Kampung Internet langsung menggerakkan ekonomi Desa Setanggor, Lombok Tengah. Pemerintah desa menggelar bazar kuliner dan menarik pengunjung dari luar daerah.
Kepala Desa Kamarudin menyebut internet mendorong pertumbuhan ekonomi dalam delapan bulan terakhir.
“Perkembangan ini tidak lepas dari kehadiran internet,” kata Kamarudin, Rabu (22/4/2026).
Pelaku UMKM, Isnawati (31), memanfaatkan internet untuk promosi dan transaksi digital. Ia mengaku omzet harian meningkat berkat koneksi yang stabil.
Di sektor pendidikan, sekolah memanfaatkan internet untuk ujian berbasis digital. Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nurahid, mengatakan siswa kini lebih mudah mencari referensi belajar.
Komdigi juga memperkuat kapasitas SDM. Program ini melatih siswa SMK merakit jaringan fiber optik dan menangani gangguan dasar.
Melalui Telcohub, lulusan pelatihan langsung bekerja sebagai teknisi lokal di penyedia layanan internet (ISP).
Program ini mendukung target RPJMN 2025–2029: penetrasi broadband rumah tangga 50 persen, jaringan fiber optik menjangkau 90 persen kecamatan, dan kecepatan internet hingga 100 Mbps.
Komdigi bersama ISP terus memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi digital dan kemandirian masyarakat desa. Sumber Infopublik
Editor: Yuli






