Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau, Kamis 18 Juni 2026. Istimewa

Kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau, Kamis 18 Juni 2026. Istimewa

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat potensi radikalisme di Kepulauan Riau (Kepri) menurun dalam dua tahun terakhir. Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) 2025 menunjukkan angka IPR Kepri berada di level 13,1, turun dari 13,7 pada 2023.

Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi BNPT, Teuku Fauzansyah, mengatakan hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan program pencegahan yang lebih tepat sasaran.

“Hasil survei ini menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pencegahan yang adaptif dan berbasis data,” kata Teuku saat kegiatan Internalisasi Hasil Survei IPR 2025 yang digelar FKPT Kepri, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Gelombang Tinggi Hingga 2,1 Meter di Perairan Kepri

Peneliti FKPT Kepri, Dr H Muhammad Zaenuddin, menjelaskan survei melibatkan 350 responden di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan melalui wawancara langsung.

Selain mengukur potensi radikalisme, survei juga memetakan tingkat pengenalan masyarakat terhadap BNPT dan FKPT serta pola akses konten keagamaan di ruang digital.

Zaenuddin menegaskan toleransi menjadi kunci utama mencegah radikalisme.

“Masyarakat harus menerima perbedaan dan menghargai keberagaman. Sikap itulah yang mampu menekan potensi radikalisme,” ujarnya.

Anggota Tim Reviu Survei IPR 2025, Lilik Purwandi, menyebut kondisi Kepri relatif terkendali. Meski demikian, perempuan, generasi muda, dan kelompok aktif di media digital masih perlu mendapat perhatian.

Baca Juga :  KPJ Johor Hadirkan Lounge Eksklusif untuk Pasien Kepri

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat wawasan kebangsaan, literasi digital, moderasi beragama, serta kearifan lokal untuk meningkatkan daya tangkal terhadap paham radikal.

Lilik menilai sikap intoleran dan eksklusif masih menjadi pintu masuk radikalisme. Karena itu, pendidikan toleransi dan pendampingan generasi muda harus terus diperkuat.

BNPT dan FKPT Kepri berharap hasil survei ini menjadi dasar penyusunan kebijakan, program edukasi, dan penguatan literasi digital guna mencegah radikalisme di daerah.

Editor: Difky

Berita Terkait

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Inflasi Kepri Naik 3,92 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Wagub Kepri Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
MPP Karimun Resmi Beroperasi, Permudah Akses Layanan Publik Terintegrasi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas

Senin, 8 Juni 2026 - 21:31 WIB

Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran

Berita Terbaru

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen. (Dok. Bank Indonesia)

Bisnis

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

Jumat, 19 Jun 2026 - 01:34 WIB

Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga (kiri) saat pendataan dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Gubernur Kepri Ansar Ahmad Jalan Peralatan Tanjungpinang Senin (15/6/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Daerah

SE2026 Dimulai, BPS Kepri Turunkan 1.589 Petugas Lapangan

Jumat, 19 Jun 2026 - 01:08 WIB