Indonesia Siap Fasilitasi Perdamaian Myanmar, Dorong Dialog Inklusif

Senin, 13 Juli 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Para menteri luar negeri (Menlu) dari negara-negara ASEAN berkumpul dalam pertemuan informal Menlu se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026). ANTARA/HO-Kemlu RI

Para menteri luar negeri (Menlu) dari negara-negara ASEAN berkumpul dalam pertemuan informal Menlu se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026). ANTARA/HO-Kemlu RI

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan Indonesia siap membantu Myanmar mengakhiri perang saudara melalui mekanisme yang disepakati seluruh pihak di negara itu sesuai Konsensus Lima Poin (5PC) ASEAN.

Sugiono menyampaikan komitmen tersebut dalam pertemuan informal Menteri Luar Negeri ASEAN bersama Myanmar di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026).

Ia menilai hanya rakyat Myanmar yang dapat menentukan penyelesaian krisis politik di negaranya. Karena itu, Indonesia mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan dan menjembatani komunikasi seluruh pemangku kepentingan.

“Solusi yang berkelanjutan harus dimiliki dan dipimpin Myanmar (Myanmar-owned and Myanmar-led). Indonesia siap membangun jembatan untuk mewujudkannya,” ujar Sugiono.

Baca Juga :  Telkomsel dan BRKS Mobile Permudah Aktivasi eSIM Lewat Satu Aplikasi

Sugiono mengakui pelaksanaan Konsensus Lima Poin masih menghadapi hambatan meski Myanmar telah menggelar pemilu pada awal tahun ini. Menurutnya, perang saudara yang belum berakhir masih menghambat proses dialog.

Ia menegaskan dialog nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan menjadi syarat utama untuk menghentikan konflik dan mewujudkan rekonsiliasi.

“Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sugiono juga meminta ASEAN tetap menjadikan Konsensus Lima Poin sebagai pijakan utama. Ia mendorong ASEAN mempercepat penghentian kekerasan, membuka ruang dialog, serta memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara aman dan tanpa diskriminasi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Siap Bertemu Presiden Trump Perkuat Hubungan Bilateral

Selain itu, Indonesia mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Konsensus Lima Poin, termasuk memperpanjang mandat utusan khusus ASEAN agar upaya perdamaian tetap berjalan.

Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 bersama Thailand menggelar pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti pembahasan isu Myanmar pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, pertemuan virtual para Menlu ASEAN pada 21 Mei 2026, serta kunjungan kerja Sugiono ke Naypyidaw pada 8 Juni 2026. Sumber Infopublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru