B Ferry resmi mengoperasikan rute feri internasional yang menghubungkan Gold Coast Ferry Terminal (GCFT), Bengkong, Batam, dengan Terminal Feri Internasional Puteri Harbour (PHIFT), Iskandar Puteri, Johor, Malaysia, Minggu (1/11/2026).
Rute baru ini menambah pilihan transportasi laut antara Batam dan Johor. Selain mempermudah perjalanan masyarakat kedua negara, layanan tersebut juga membuka peluang pengembangan pariwisata dan bisnis lintas negara.
Pimpinan B Ferry, Banuri, mengatakan perusahaan ingin menjadikan rute ini sebagai penghubung mobilitas sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan usaha lokal.
“Ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jaringan bisnis dan mendorong promosi wisata antara Johor dan Batam,” katanya.
Peluncuran rute tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah, instansi terkait, agen perjalanan dari Malaysia dan Indonesia, mitra industri, serta awak media.
B Ferry menyediakan tiga jadwal keberangkatan setiap hari dari masing-masing terminal.
Dari Gold Coast Ferry Terminal menuju Puteri Harbour, feri berangkat pukul 08.00, 14.00, dan 16.00. Sementara dari Puteri Harbour menuju Batam, keberangkatan tersedia pukul 08.30, 12.00, dan 16.15.
B Ferry menawarkan tiket rute Gold Coast–Puteri Harbour seharga Rp780.000 untuk pemegang paspor Indonesia. Sementara penumpang asal Malaysia dikenakan tarif RM145. Kedua harga tersebut sudah termasuk pajak dan biaya lainnya (all-in).
Perusahaan juga berkomitmen menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan selama perjalanan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, menyambut positif pembukaan rute tersebut. Ia menilai layanan baru ini akan mempermudah wisatawan dari Johor maupun Batam mengunjungi destinasi unggulan di kedua wilayah.
Menurut Sigit, jalur Gold Coast–Puteri Harbour juga membuka akses lebih mudah bagi wisatawan Malaysia yang ingin menjelajahi kawasan barat Batam.
“Jadi, bagi penduduk Johor yang ingin ke Batam, rute ini memberikan pilihan perjalanan tambahan. Begitu pula wisatawan dari Batam yang berkunjung ke Johor. Mereka akan lebih mudah menuju destinasi populer seperti Johor Premium Outlets (JPO) dan Legoland,” ujarnya.
Sigit menjelaskan, transportasi laut masih memegang peran penting dalam menghubungkan wisatawan Indonesia dan Malaysia, terutama Johor dengan Kepulauan Riau.
Saat ini, terdapat 11 konektivitas feri penumpang antara kedua negara. Delapan rute beroperasi melalui Johor Bahru, sedangkan tiga lainnya menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Port Dickson di Negeri Sembilan, dan Melaka.
Ia juga berharap pertumbuhan konektivitas laut dapat mendorong pengembangan kembali penerbangan langsung antara Johor dan sejumlah kota di Indonesia.
Editor: Bibah







