Pertamina Pertahankan Harga BBM per November 2026, Pertamax Rp15.950 per Liter

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Ilustrasi - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina Patra Niaga. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

Ilustrasi - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina Patra Niaga. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) per 1 November 2026. Perusahaan tidak mengubah harga BBM nonsubsidi maupun BBM subsidi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kebijakan ini menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Mengacu pada pengumuman resmi Pertamina, Minggu (1/11/2026), harga Pertamax di wilayah Jabodetabek tetap Rp15.950 per liter. Harga tersebut tidak berubah sejak 1 Agustus 2026.

Sementara itu, Pertamax Green masih dijual Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.

Untuk BBM diesel nonsubsidi, Pertamina mempertahankan harga Dexlite (CN 51) sebesar Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) Rp25.200 per liter.

Baca Juga :  Pertamina Tambah Pasokan Solar di Padang 18 Persen, Antrean Jadi Perhatian

Dengan demikian, seluruh produk BBM nonsubsidi Pertamina tidak mengalami perubahan harga dari Oktober ke November 2026.

Pertamina juga mempertahankan harga BBM subsidi dan penugasan pemerintah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penetapan harga BBM tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi itu mengubah Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir 2026.

Baca Juga :  Amsakar Tegaskan Musrenbang Jadi Penentu Arah Pembangunan Batam

Bahlil mengatakan pemerintah tengah menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) terhadap kebutuhan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah berpotensi menambah beban subsidi yang harus ditanggung negara. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM subsidi.

“Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, itu kemungkinan besar akan menambah top up subsidi. Tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026). Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Kue
Nyanyang Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap
Kepri dan Enam Daerah Siapkan Rp5,39 Miliar untuk Pendidikan 171 ASN Jadi Komcad
Ansar Salurkan Hibah untuk Lembaga Sosial, Perluas Perlindungan Nelayan hingga Petani
Ansar Ajak Pemuda Kepri Perkuat Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
Seluruh Fraksi DPRD Kepri Setujui Ranperda Pengelolaan Aset Daerah
Pemerintah Kucurkan Rp480 Miliar untuk Penanganan Karhutla di 44 Daerah
Kepri Luncurkan SIMAKDARA, Perkuat Pengawasan Aset dan Keuangan Daerah

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:25

Pertamina Pertahankan Harga BBM per November 2026, Pertamax Rp15.950 per Liter

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:45

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Kue

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:36

Nyanyang Ajak Warga Hentikan Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59

Kepri dan Enam Daerah Siapkan Rp5,39 Miliar untuk Pendidikan 171 ASN Jadi Komcad

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:02

Ansar Salurkan Hibah untuk Lembaga Sosial, Perluas Perlindungan Nelayan hingga Petani

Berita Terbaru