Cegah Stunting, Srikandi PLN Batam Lakukan Pendampingan Kesehatan

Jumat, 19 Desember 2025 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Srikandi PT PLN Batam, menggelar giat di Puskesmas Botania, Kota Batam, Rabu (17/12/2025) kemarin. Foto: PLN Batam

Srikandi PT PLN Batam, menggelar giat di Puskesmas Botania, Kota Batam, Rabu (17/12/2025) kemarin. Foto: PLN Batam

Sebanyak 89 anak mengikuti program pencegahan stunting yang digelar Srikandi PT PLN Batam, di Puskesmas Botania, Kota Batam, Rabu (17/12/2025) kemarin.

Giat ini mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengentasan stunting hasil kolaborasi antara PLN Batam, Srikandi PLN Batam, PIKK PLN Batam, serta Puskesmas Botania.

“Program ini berfokus pada edukasi dan pendampingan ibu dan anak, sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting sejak dini,” Ketua Srikandi PT PLN Batam, Euis Hermawati,

Dalam pelaksanaannya, PIKK PLN Batam turut berperan aktif melalui keterlibatan Ibu Riska Dinda Alamsyah, Ibu Mia Raditya Surya Danu, Ibu Kurnia M. Romi Andry, dan Ibu Anna Tresna, yang bersama Srikandi PLN Batam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Dari 89 anak yang tercatat, 23 anak belum mengalami kenaikan berat badan dan akan mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan lanjutan oleh Dokter Spesialis Anak (DSA) RS Awal Bros Batam, dr. Indrayanti.

Euis Hermawati, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Sampaikan LKPJ 2025 di DPRD Kepri

“PLN Batam melalui Srikandi tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai gizi, kesehatan, dan pola asuh anak,” ujar Euis.

Ia menambahkan bahwa isu stunting merupakan persoalan jangka panjang yang berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.

“Stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan anak, tetapi juga menyangkut kualitas generasi masa depan yang harus kita jaga sejak dini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Euis juga menyampaikan apresiasi kepada para kader posyandu yang telah mendampingi anak-anak selama program berlangsung.

“Terima kasih kepada para kader posyandu yang telah membantu pendampingan anak-anak stunting hingga berhasil meningkatkan status gizi dari gizi buruk menjadi gizi baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Botania, drg. Fauzi Nuristianto, menyambut baik sinergi yang terjalin dengan Srikandi PLN Batam. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan stunting.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting, sehingga upaya ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Nyanyang Safari Ramadan di Dua Masjid Batam, Serahkan Bantuan untuk Yatim dan Dhuafa

Ia juga mengapresiasi kepedulian Srikandi PLN Batam yang secara aktif terlibat dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Botania.

“Kolaborasi ini membantu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat agar pesan pencegahan stunting dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan,” pesan drg. Fauzi.

Selain pemeriksaan kesehatan, peserta kegiatan juga mendapatkan penyuluhan mengenai tumbuh kembang anak serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang disampaikan oleh ahli gizi RS Awal Bros Batam. Edukasi ini diperkuat dengan demo memasak MPASI sehat sesuai standar gizi, sebagai contoh praktis bagi orang tua dalam menyiapkan makanan bergizi di rumah.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, PLN Batam memberikan reward berupa voucher dan uang tunai kepada anak-anak yang mengalami peningkatan berat badan selama program berlangsung. Penghargaan juga diberikan kepada kader posyandu terbaik yang dinilai aktif dan konsisten dalam mendampingi anak-anak stunting.

 

Editor: Diki

Berita Terkait

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22 WIB

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Berita Terbaru