Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meresmikan dermaga apung berbahan High Density Polyethylene (HDPE) di Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2/2026). Peresmian ini menandai penguatan konektivitas wilayah pesisir Kepri, khususnya antar pulau di kabupaten berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut.
Ansar tiba sekitar pukul 16.20 WIB dan langsung merapat di dermaga apung yang baru diresmikan. Wakil Bupati Lingga, Novrizal, turut mendampingi. Momen itu menjadi simbol hadirnya infrastruktur modern yang memperkuat akses transportasi laut bagi masyarakat Jagoh dan sekitarnya.
Selain meresmikan dermaga, Ansar juga melanjutkan agenda Safari Ramadan dan Safari Subuh di Lingga sebagai bagian dari pembinaan dan silaturahmi dengan masyarakat.
Pemprov Kepri membangun dermaga apung HDPE Pelabuhan Jagoh dengan anggaran sekitar Rp2,73 miliar. Dermaga ini dilengkapi ponton HDPE berukuran 9 x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, serta trestle 4,5 x 3 meter.
Desain apung membuat dermaga mampu menyesuaikan pasang surut air laut, sehingga kapal lebih mudah bersandar dalam berbagai kondisi cuaca. Material HDPE juga lebih tahan terhadap korosi dan tidak mudah lapuk dibandingkan dermaga kayu atau beton konvensional. Biaya perawatan pun lebih rendah.
Struktur apungnya mengikuti gelombang, sehingga aktivitas naik turun penumpang dan bongkar muat barang menjadi lebih aman dan nyaman. Proses pembangunan juga relatif cepat dan lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan pondasi permanen masif di dasar laut.
Hingga kini, Pemprov Kepri telah membangun 19 dermaga apung di berbagai kabupaten/kota. Lima di antaranya berada di Kabupaten Lingga, yakni Pelabuhan Penuba, Benan, Senayang, Jagoh, dan Tanjung Buton Daik.
Keberadaan lima dermaga tersebut menjadi tulang punggung mobilitas antar pulau di Lingga sekaligus memperkuat posisi wilayah selatan Kepri sebagai simpul konektivitas maritim.
Editor: Yuli






