Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital Saat Aksi di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperketat pengawasan ruang digital selama aksi penyampaian aspirasi berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Kemkomdigi memantau percakapan, unggahan, hingga siaran langsung di media sosial untuk mencegah penyebaran disinformasi, fitnah, kebencian (DFK), ujaran kebencian, dan provokasi yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pemerintah menghormati hak masyarakat menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, kebebasan berpendapat harus disertai tanggung jawab.

“Kritik dan aspirasi masyarakat kami hormati dan kami persilakan. Tetapi provokasi, DFK, ujaran kebencian, dan konten yang sengaja dibuat untuk menghasut atau memperkeruh keadaan tidak akan kami biarkan,” tegas Meutya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kemkomdigi meningkatkan pemantauan terhadap konten yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa. Langkah ini dilakukan setelah muncul informasi mengenai penangkapan sejumlah orang yang diduga hendak memicu kerusuhan.

Baca Juga :  Ansar Dorong KPBPB Bintan-Karimun Jadi Magnet Investasi Global

Hasil pemantauan juga menemukan sejumlah siaran langsung yang dinilai lebih mengejar viralitas dan monetisasi melalui fitur pemberian hadiah.

Kemkomdigi mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jumlah penonton atau viralnya sebuah konten sebagai ukuran kebenaran informasi.

Meutya meminta masyarakat memeriksa sumber dan konteks informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Dalam situasi seperti ini, satu unggahan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat. Karena itu, jangan sampai ruang digital justru menjadi ruang untuk memperkeruh suasana,” ujarnya.

Kemkomdigi juga meminta masyarakat mewaspadai konten yang bertujuan memecah belah, mengadu domba, atau memancing emosi.

“Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian antarsesama,” kata Meutya.

Baca Juga :  Amsakar Raih Pemimpin Daerah Awards 2026, Batam Diganjari Penghargaan Pembangunan Ekonomi

Ia memastikan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara aman. Namun, pemerintah akan menindak konten yang menghasut, menyebarkan kebencian, atau informasi palsu sesuai ketentuan hukum.

“Ruang digital adalah ruang bersama. Karena itu, kebebasan di dalamnya harus dijalankan dengan tanggung jawab. Setiap pelanggaran akan kami tangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar mengimbau masyarakat menjaga kesejukan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

“Tidak melakukan ujaran kebencian ataupun memprovokasi. Itu yang kita harapkan sehingga kegiatan yang diadakan bisa berjalan dengan baik, tidak hanya di ruang fisik tetapi juga di ruang digital kita,” ujar Alexander. Sumber Infopublik

Editor: Difky

Berita Terkait

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun
Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps, Tarif Rp100 Ribu per Bulan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:44

Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:21

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19