Menkomdigi Ajak Pers Jaga Kualitas Informasi di Tengah Banjir Konten Digital

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Pemutaran dan Diskusi Film 3 Wajah Rohanna Koeddoes di Kantor IDN, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Foto: Komdigi

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Pemutaran dan Diskusi Film 3 Wajah Rohanna Koeddoes di Kantor IDN, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Foto: Komdigi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak insan pers menjaga kualitas informasi publik di tengah percepatan digitalisasi dan banjir konten di ruang digital. Ia menuntut jurnalis mengutamakan ketelitian, empati, dan tanggung jawab sosial, bukan hanya kecepatan tayang.

Meutya menyampaikan ajakan itu saat Diskusi Film “3 Wajah Roehana Koeddoes” di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Forum ini menyoroti Roehana Koeddoes sebagai jurnalis perempuan pertama Indonesia dan Pahlawan Nasional.

Meutya menilai arus digital yang sangat cepat mendorong banyak pihak memproduksi konten emosional dan menyesatkan. Ia meminta insan pers memperkuat profesionalisme dan kepekaan jurnalistik untuk menahan dampak tersebut.

Baca Juga :  Gercep, Jurnalis Batam Kirimkan Dua Truk Bantuan ke Sumatra

“Digitalisasi mengejar kecepatan, tapi sering menghilangkan rasa dalam tulisan. Padahal, dulu kami mengutamakan itu,” tegas Meutya.

Ia juga mengingatkan pers tidak menggunakan kebebasan untuk merendahkan martabat manusia dan nilai budaya. Ia melihat banyak kreator memenuhi ruang digital dengan konten yang tidak mendidik.

“Sebagian konten di media sosial justru merusak dan tidak memberi nilai bagi generasi muda,” ujarnya.

Meutya menegaskan jurnalisme sejak awal berfungsi sebagai alat pendidikan dan pembebasan. Ia menilai semangat yang diperjuangkan Roehana Koeddoes sejak 1911 masih relevan dan perlu diperkuat.

Baca Juga :  Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026

Menurut Meutya, digitalisasi membuka peluang bagi semua orang untuk menulis dan membangun media sendiri. Karena itu, ia meminta setiap pembuat konten menjaga kualitas dan tanggung jawab.

Menjelang Hari Pers Nasional, Meutya mendorong insan pers menempatkan data, empati, dan dampak sosial sebagai dasar setiap karya. Ia mengajak jurnalis menghasilkan karya yang berisi, terverifikasi, dan menyehatkan ruang digital.

“Kita utamakan data dan rasa, bukan emosi semata, lalu lanjutkan semangat Roehana Koeddoes,” tutup Meutya. Sumber InfoPublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru