Sehari menjelang Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai rawit merah di Batam melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara itu, komoditas pangan lainnya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan HAP.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, menyebut hanya cabai rawit merah yang mengalami lonjakan signifikan.
“Cabai rawit merah saja yang melebihi HAP. Komoditas lain masih di bawah HET dan HAP,” ujarnya.
Saat ini, harga cabai rawit merah di pasaran mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram.
Mardanis menjelaskan, kenaikan harga dipicu turunnya produksi di daerah asal akibat cuaca ekstrem. Hujan berkepanjangan menyebabkan serangan penyakit pada tanaman cabai dan menghambat proses panen.
“Produksi berkurang karena cuaca ekstrem. Saat hujan, petani tidak bisa panen. Dampaknya harga cabai naik di seluruh Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, harga cabai rawit merah di Jakarta bahkan telah menembus Rp100 ribu per kilogram.
Editor: Yuli






