Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judol, Tak Lagi Sekadar Blokir Situs

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta. (Foto: Dok. Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta. (Foto: Dok. Kemkomdigi

Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online (judol). Kini, pemerintah tidak lagi hanya memblokir situs, tetapi memburu seluruh ekosistemnya, mulai dari rekening penampung, aliran dana, hingga para pelaku.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pemblokiran situs saja tidak cukup menghentikan praktik judi online.

“Pemberantasan judi online harus menyasar seluruh ekosistemnya, bukan hanya memutus akses situs,” kata Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Pemerintah memperkuat kolaborasi dengan OJK, Bank Indonesia, industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Sinergi ini didukung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Meutya menegaskan pemerintah harus memutus aliran dana agar jaringan judi online lumpuh.

Baca Juga :  Kampung Internet Komdigi Hadirkan 1.282 Titik Akses

“Kita harus mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yakni rekening-rekening penampung. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci,” tegasnya.

Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi menindak 3,7 juta situs dan konten judi online.

Komdigi bersama OJK juga melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait judi online. Sebanyak 32.500 rekening telah ditutup setelah melalui proses cleansing.

Meutya mengapresiasi langkah OJK dan perbankan yang memperketat pengawasan rekening mencurigakan serta memperkuat penerapan prinsip Know Your Customer (KYC).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan perbankan harus melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan, termasuk judi online dan penipuan digital.

Baca Juga :  Telkom dan CCSI Perkuat Sinergi Pengembangan SKKL SUB-2

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut hingga Mei 2026 OJK telah menolak 2,8 juta pengajuan hubungan usaha, menutup 51,2 ribu rekening nasabah terindikasi judi online, dan memblokir 32.454 rekening setelah proses Enhanced Due Diligence (EDD).

Meutya optimistis strategi yang memutus seluruh ekosistem akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif.

“Kita tidak hanya memutus situs, tetapi juga memutus aliran dana, mengungkap pelaku, dan menegakkan hukum. Dengan cara itu, ruang digital Indonesia akan semakin aman,” pungkasnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun
Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps, Tarif Rp100 Ribu per Bulan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:44

Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:21

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terbaru