Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan. Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura memaparkan sejumlah program tersebut di acar halalbialal di Bogor.
Pemprov Kepri menempatkan 50 dai hinterland untuk memperkuat pembinaan masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan rumah ibadah sebesar Rp46,12 miliar sejak 2025 serta memberikan insentif keagamaan kepada 13.348 penerima dengan total Rp5,67 miliar.
Di sektor kesehatan, Pemprov Kepri menyediakan rumah singgah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dan di Batam bagi masyarakat yang menjalani perawatan rujukan. Fasilitas ini memiliki 50 kamar dengan standar hotel bintang tiga.
Pemprov Kepri juga merencanakan penambahan asrama mahasiswa dan rumah singgah bagi masyarakat Kepri. Selain itu, pemerintah menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis tahun ini untuk memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit kabupaten/kota dan provinsi.
Pemprov Kepri juga memperluas perlindungan bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah telah membayar iuran bagi 31.304 nelayan selama empat tahun terakhir dan 9.200 petani dalam dua tahun terakhir.
“Tahun ini perlindungan sosial juga akan diberikan kepada driver online. Kami akan terus memperluas perlindungan bagi pekerja rentan lainnya,” tegas Ansar.
Melalui Program Kepri Terang, Pemprov Kepri telah memasang listrik gratis bagi 14.222 rumah tangga.
“Tahun ini akan ditambah 1.400 rumah tangga lagi, salah satunya melalui dukungan program CSR,” kata Ansar.
Saat ini tingkat elektrifikasi di Kepri mencapai 99,98 persen. Pemerintah juga mendorong penyediaan listrik 24 jam di desa dan pulau yang masih menerima aliran listrik 12–14 jam serta pemasangan Solar Home System di pulau kecil.
Di sektor ekonomi, Pemprov Kepri memberikan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM melalui kerja sama dengan BRK.
“Maksimal pinjaman Rp40 juta dengan bunga yang dibantu pemerintah provinsi. Program ini sudah dimanfaatkan 1.872 UMKM dan akan terus dilanjutkan,” ujar Ansar.
Editor: Yuli





