Prabowo: Aspirasi Profesor hingga Warga Desa Sama Penting, Semua Akan Ditindaklanjuti

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah memberi perhatian yang sama terhadap seluruh aspirasi masyarakat, mulai dari profesor, akademisi, hingga warga desa. Seluruh masukan akan dipelajari dan ditindaklanjuti untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Prabowo mengaku telah menerima banyak usulan dari peserta sarasehan. Ia memastikan seluruh masukan akan diproses satu per satu.

“Saya menerima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jembatan Bailey Aceh Timur Rampung, Akses Warga Nurussalam Kembali Terhubung

Prabowo menegaskan pemerintah tidak membeda-bedakan sumber aspirasi. Usulan dari warga desa yang dikirim melalui media sosial pun langsung mendapat perhatian.

“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok pun segera saya tindak lanjuti,” katanya.

Menurut Prabowo, negara hanya bisa maju jika berani mengakui persoalan dan bergerak cepat mencari solusi. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang bagi kritik, saran, dan masukan dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  OJK dan Bappebti Resmi Akhiri Masa Transisi Pengawasan Aset Keuangan Digital

Ia juga menilai teknologi mempercepat penyampaian informasi sekaligus membantu pemerintah merespons persoalan masyarakat. Namun, teknologi harus dimanfaatkan secara bijak karena dapat membawa manfaat maupun risiko.

Sebagai contoh, Prabowo menyebut teknologi nuklir mampu mendukung sektor energi, kesehatan, dan pertanian. Namun, penyalahgunaannya juga dapat mengancam peradaban manusia.

“Nuklir bisa membantu manusia melalui energi, medis, dan pertanian. Tetapi nuklir juga bisa menghabiskan peradaban manusia,” pungkasnya. Sumber Infopublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru