Prabowo Bongkar Dugaan Kebocoran Rp15.400 Triliun dari Manipulasi Ekspor

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Bakom RI

Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Bakom RI

Presiden RI Prabowo Subianto membongkar dugaan kebocoran kekayaan negara akibat manipulasi perdagangan ekspor selama puluhan tahun. Nilainya mencapai USD908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun sepanjang 1991-2024.

Prabowo menyampaikan temuan itu saat pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo menegaskan praktik tersebut merupakan penipuan sistematis, bukan sekadar pelanggaran administrasi. Pelaku memanipulasi nilai ekspor, mengurangi jumlah barang dalam laporan, hingga merekayasa harga transaksi melalui perusahaan luar negeri.

“Yang terjadi adalah under-invoicing. Itu sebenarnya fraud atau penipuan,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, pelaku sengaja melaporkan harga barang lebih rendah dari nilai sebenarnya dalam dokumen ekspor-impor. Pelaku juga mengurangi jumlah barang yang tercatat agar keuntungan tidak terdeteksi.

Prabowo mengungkap banyak pengusaha membuat perusahaan di luar negeri untuk memindahkan keuntungan. Mereka menjual barang dari perusahaan di Indonesia ke perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga murah di atas kertas.

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja 2025, Presiden Soroti Tantangan Bangsa dan Kemandirian Pangan

“Pengusaha menjual barang tidak sesuai laporan sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Prabowo, praktik itu membuat nilai ekspor Indonesia terlihat lebih kecil dibanding transaksi riil di negara tujuan. Akibatnya, negara kehilangan potensi penerimaan sangat besar selama puluhan tahun.

Prabowo menegaskan data tersebut berasal dari catatan perdagangan internasional resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyebut manipulasi mungkin bisa dilakukan di pelabuhan Indonesia, tetapi tidak dapat disembunyikan di negara tujuan.

“Kita kirim 10 ribu ton batu bara, yang dilaporkan hanya lima ribu ton. Tapi di sana semua tercatat,” katanya.

Ia menyebut praktik manipulasi itu terjadi pada berbagai komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit, hingga paduan besi.

Selain menyoroti manipulasi ekspor, Prabowo juga menyinggung praktik penyelundupan di sejumlah pelabuhan. Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan dan membenahi sektor kepabeanan.

Baca Juga :  Bea Cukai Imbau Penumpang Pahami Ketentuan Barang Bawaan dari Luar Negeri

“Kita harus perbaiki lembaga pemerintah kita. Bea Cukai harus dibenahi,” ujarnya.

Prabowo bahkan mengingat kembali kondisi Bea Cukai pada era Orde Baru. Saat itu, pemerintah menyerahkan pengelolaan tertentu kepada pihak swasta karena buruknya tata kelola.

“Saking parahnya Bea Cukai, dulu sampai di-outsourcing ke swasta dan penghasilan negara justru naik,” katanya.

Prabowo menilai potensi kekayaan negara yang hilang tersebut seharusnya bisa menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Bayangkan kalau 908 miliar dolar itu bisa kita gunakan untuk pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Melalui pernyataan itu, Prabowo mengajak seluruh pihak memperkuat integritas tata kelola perdagangan nasional agar kekayaan sumber daya alam Indonesia benar-benar kembali untuk rakyat. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Prabowo: Perdamaian Timur Tengah Jadi Kepentingan Bersama Dunia
Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Biometrik
Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi
Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas
OJK Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dorong Ekonomi Daerah
Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Nasional Terus Digenjot
ESDM Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik Sumatra
Pegadaian Perkuat Posisi sebagai Wajah Bank Emas Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:31 WIB

Prabowo: Perdamaian Timur Tengah Jadi Kepentingan Bersama Dunia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:24 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Biometrik

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:44 WIB

Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:47 WIB

Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:43 WIB

OJK Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Menteri PPN/Bappenas RI Rachmat Pambudy didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad melihat sejumlah produk unggulan UMKM yang dipamerkan di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (28/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Menteri Bappenas Kagumi Budaya dan Potensi UMKM Kepri

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:41 WIB