QRIS Perkuat Integrasi Ekonomi Digital ASEAN

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid saat memaparkan peluang dan strategi transformasi digital Indonesia menuju penguatan ekonomi digital regional di acara Indonesia SUmmit 2026 by IDN News di Jakarta. foto: Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid saat memaparkan peluang dan strategi transformasi digital Indonesia menuju penguatan ekonomi digital regional di acara Indonesia SUmmit 2026 by IDN News di Jakarta. foto: Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mendorong negara-negara ASEAN memperluas model Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke berbagai sektor digital guna memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan.

Dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Meutya menegaskan QRIS telah membuktikan kemampuan interoperabilitas digital dalam mempercepat transaksi lintas negara dan memperluas inklusi keuangan.

Indonesia, lanjut Meutya, siap memimpin pengembangan ekonomi digital ASEAN. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS atau terbesar di kawasan ASEAN.

Baca Juga :  OJK Resmi Bentuk Departemen UMKM dan Syariah serta Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

“QRIS membuktikan interoperabilitas digital dapat berjalan efektif antarnegara ASEAN. Kita perlu memperluas model ini ke sektor digital lainnya agar ekonomi digital kawasan semakin kuat,” tegas Meutya.

Untuk mempercepat integrasi tersebut, Indonesia bersama negara-negara ASEAN terus mendorong penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Meutya menyebut, kesepakatan itu berpotensi mendorong nilai ekonomi digital ASEAN dari sekitar 300 miliar dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS pada 2030.

Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi digital harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM, bukan sekadar mencatat angka pertumbuhan yang tinggi.

Baca Juga :  Jujitsu Indonesia Raih 13 Medali di Kamboja

“Ekonomi digital harus menciptakan dampak nyata bagi 680 juta penduduk ASEAN dan jutaan pelaku usaha,” katanya.

Selain memperluas interoperabilitas, Indonesia juga mendorong penguatan konektivitas digital, peningkatan investasi, pengembangan talenta digital, penyusunan regulasi yang adaptif, serta penerapan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) yang terpercaya.

Melalui langkah tersebut, Indonesia ingin membangun ekonomi digital ASEAN yang berdaulat, terhubung, dan terpercaya sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat kawasan. Sumber Infopublik

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06