24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir, Percepat Pemulihan Akses

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Foto: Infopublik

Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Foto: Infopublik

Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025. Pemerintah terus berupaya memulihkan akses darat ke desa-desa tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, desa-desa yang terisolir tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebut total penduduk terdampak mencapai 10.914 jiwa.

Di Kecamatan Bintang, Desa Serule masih terisolir dengan 582 penduduk terdampak. Longsor menimbun badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa melintas.

Baca Juga :  Telekomunikasi Jadi Kebutuhan Dasar Setara Listrik dan Air

Kecamatan Ketol memiliki desa terisolir terbanyak, termasuk Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Total penduduk terdampak di wilayah ini mencapai 4.951 jiwa. Beberapa desa kini bisa dilalui kendaraan roda dua, namun roda empat masih terhambat jembatan putus dan longsor.

Di Kecamatan Silih Nara, Desa Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit masih terisolir, dengan 254 penduduk terdampak akibat jembatan putus. Sementara di Rusip Antara, lima desa—Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik—terisolir. Akses kendaraan roda dua mulai terbuka, tetapi roda empat masih terhalang longsor dan jembatan rusak.

Baca Juga :  PELNI Batam Angkut 13.261 Penumpang Selama Arus Mudik Nataru

 

Kecamatan Linge melaporkan tujuh desa terisolir: Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang. Total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa. Longsor dan putusnya Jembatan Kala Ili menutup sebagian akses. Saat ini, kendaraan roda dua hanya bisa mencapai Desa Penarun dan Umang.

Murthalamuddin menegaskan pemerintah terus mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses. Pemerintah membuka jalur darat sementara dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana agar akses masyarakat ke desa-desa terisolir segera pulih. Sumber Info Publik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Kemkomdigi Minta Pengguna Laporkan Dugaan Shadowban ke Platform
OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030
Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:53

Kemkomdigi Minta Pengguna Laporkan Dugaan Shadowban ke Platform

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:15

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Berita Terbaru

Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang memberikan kata sambutan pada kegiatan pelatihan membuat kue yang digelar di Perumahan Botania Garden, Batam, Kamis (29/10/2026). (Risa/DISKOMINFO KEPRI)

Pemerintahan

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Kue

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:45