OJK dan BI Inisiasi PIDI, Perkuat Talenta Digital Sektor Keuangan

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” di Kantor BI, Senin (23/2/2026). Foto: Istimewa

DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” di Kantor BI, Senin (23/2/2026). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) resmi membentuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk mempercepat inovasi dan memperkuat talenta digital di sektor jasa keuangan.

Kedua regulator itu meluncurkan inisiatif tersebut melalui DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” di Kantor BI, Senin (23/2/2026). Gubernur BI Perry Warjiyo dan Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memimpin langsung agenda tersebut.

Turut hadir Kepala Eksekutif Pengawasan ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi bersama jajaran Anggota Dewan Gubernur BI.

Friderica menegaskan OJK dan BI sengaja menyatukan kekuatan untuk mencetak inovator muda yang tangguh.

“Kami membangun generasi muda yang mampu melahirkan inovasi digital dan menjawab kebutuhan industri ke depan,” tegasnya.

OJK dan BI akan membina peserta dari seluruh Indonesia melalui proses kaderisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan industri. Mereka menargetkan lahirnya solusi teknologi yang siap pakai dan berdampak langsung bagi sektor jasa keuangan.

Baca Juga :  Menpar Sebut Sektor Pariwisata Sepanjang 2025 Lampaui Target dan Berdampak Nyata

Friderica menyatakan digitalisasi telah mendorong inovasi bisnis dan memperluas inklusi keuangan. Namun, ia mengingatkan regulator tetap harus mengendalikan risiko.

“Sektor keuangan tumbuh pesat karena digitalisasi. Tapi kami tetap mengutamakan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen,” ujarnya.

OJK dan BI juga memperkuat kebijakan mitigasi risiko, termasuk melalui Indonesia Anti-Scam Center. Langkah ini mereka ambil untuk menekan potensi kejahatan digital yang menyasar masyarakat.

Melalui DIGDAYA, OJK dan BI membekali peserta dengan mentoring, jejaring industri, dan penguatan model bisnis. Mereka mendorong setiap tim menyiapkan solusi yang realistis dan kompetitif.

Sementara itu, Hackathon 2026 menjadi ajang uji gagasan. Peserta berkompetisi merancang solusi teknologi untuk menjawab tantangan nasional secara kolaboratif dan terukur.

Baca Juga :  Libur Nataru, Pemerintah Jaga Layanan Komunikasi Tetap Optimal

Kedua program ini memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Agenda ini menghadirkan Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum YPPI Priyanto Budi Nugroho, serta Dirut LPPI Heru Kristiyana.

Sebanyak 1.300 peserta dari mahasiswa, pesantren, komunitas digital, hingga pelaku usaha jasa keuangan ikut ambil bagian.

OJK dan BI juga langsung membuka pendaftaran Hackathon 2026 untuk kategori profesional dan mahasiswa mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi https://pidi.id.

Melalui PIDI, OJK dan BI menegaskan komitmennya: mencetak talenta digital unggul, melahirkan inovasi konkret, dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru