OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Lewat Literasi dan Akses Keuangan Syariah

Rabu, 15 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026). Foto: Istimewa

Kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pesantren. Upaya ini mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026).

OJK menggelar kegiatan ini bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dicky menegaskan pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Program pemerintah tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan,” kata Dicky.

Ia menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan dapat memasok kebutuhan program tersebut.

Masyarakat sekitar pesantren dapat ikut terlibat dalam rantai pasok sehingga menciptakan perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga :  Otoritas Jasa Keuangan: Suku Bunga Kredit Diprediksi Terus Turun

Dicky menambahkan, OJK tidak hanya mengatur sektor keuangan. OJK juga menghubungkan pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan dan memperluas akses pembiayaan.

Melalui FEBIS, OJK mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga jasa keuangan syariah melalui sesi business matching.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, mengatakan pemerintah menjalankan program MBG untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik termasuk santri.

“Pemerintah ingin memastikan generasi penerus bangsa mendapatkan gizi yang baik sejak dalam kandungan,” ujar Sony.

Sony menambahkan program ini juga melibatkan jutaan relawan, terutama dari kelompok ekonomi rendah. Keterlibatan ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menilai MBG penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren.

“Kita ingin meningkatkan kualitas manusia yang dididik pesantren, baik secara intelektual, fisik, maupun rohaniah,” ujar Gus Yahya.

Baca Juga :  Airlangga Tinjau Program Pemagangan Nasional di Telkom

OJK juga meningkatkan literasi keuangan syariah melalui program SAKINAH. Kegiatan bertema “Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat” ini melibatkan ratusan santri.

OJK memberikan edukasi tentang produk dan layanan keuangan syariah, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya gizi bagi kesehatan.

Selain itu, OJK memperluas akses pembiayaan syariah melalui kegiatan FEBIS yang diikuti sekitar 150 peserta. Peserta terdiri dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), badan usaha milik NU, pemasok rantai pasok MBG, serta pelaku usaha pesantren.

OJK menghadirkan pelaku usaha jasa keuangan syariah dalam sesi pemaparan dan diskusi business matching.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama mitra meresmikan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pesantren.

OJK juga membuka akses keuangan syariah bagi pesantren serta menandatangani prasasti untuk 27 SPPG.

Langkah ini memperkuat sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil untuk membangun ekosistem pesantren yang mandiri dan berkelanjutan.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06