Otoritas Jasa Keuangan: Suku Bunga Kredit Diprediksi Terus Turun

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Foto: Istimewa

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi tren penurunan suku bunga kredit perbankan masih berlanjut seiring turunnya suku bunga acuan dan membaiknya struktur pendanaan bank nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah pada Maret 2026 turun menjadi 8,76 persen. Angka itu lebih rendah dibanding Februari 2026 sebesar 8,80 persen dan Maret 2025 sebesar 9,20 persen.

Menurut Dian, penurunan paling besar terjadi pada kredit produktif, terutama Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Kondisi itu dipicu turunnya biaya dana dan kebijakan penurunan BI Rate dalam setahun terakhir.

“Penurunan suku bunga kredit terutama terjadi pada kredit produktif, baik Kredit Modal Kerja maupun Kredit Investasi,” ujar Dian, Jumat (8/5/2026).

Dian menjelaskan BI Rate turun dari 5,75 persen pada Maret 2025 menjadi 4,75 persen pada Maret 2026. Penurunan itu ikut menekan rerata suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) rupiah menjadi 2,66 persen.

Baca Juga :  Setengah Juta Warga Mengungsi, Tim Gabungan Gencar Selamatkan Korban di Sumatra

Meski demikian, transmisi penurunan BI Rate ke bunga kredit membutuhkan waktu. Karena itu, OJK menilai suku bunga kredit masih berada dalam tren menurun.

OJK juga meminta perbankan menyesuaikan bunga kredit secara bertahap dengan tetap menjaga kondisi pasar dan rasio keuangan tetap sehat.

Di tengah tekanan ekonomi global, OJK menilai likuiditas perbankan nasional masih memadai untuk mendukung pembiayaan sektor riil.

Dian menyebut pertumbuhan kredit ke depan tetap dipengaruhi kondisi ekonomi dan iklim investasi. Karena itu, pemerintah, regulator, dan industri jasa keuangan perlu memperkuat sinergi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Optimisme ekonomi domestik juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada di level 122,89 serta PMI Manufaktur Indonesia yang tetap ekspansif di angka 50,1.

“Indikator tersebut menunjukkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur nasional masih terjaga,” kata Dian.

Baca Juga :  Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Investasi CANTVR dan YUDIA

Menghadapi volatilitas ekonomi global dan pelemahan rupiah, OJK memperketat pengawasan terhadap perbankan. OJK juga meminta bank memperkuat mitigasi risiko melalui stress test dengan berbagai skenario.

“Perbankan perlu melakukan identifikasi risiko secara dini dan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat dan terukur,” ujar Dian.

Sementara itu, posisi undisbursed loan perbankan pada Maret 2026 mencapai Rp2.527,46 triliun atau naik 7,35 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp2.354,50 triliun.

Meski nominalnya naik, rasio undisbursed loan terhadap total kredit turun dari 29,77 persen menjadi 29,19 persen. OJK menilai kondisi itu menunjukkan ruang pembiayaan perbankan masih cukup besar untuk mendorong sektor riil.

Dian optimistis industri perbankan nasional tetap kuat menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.

“Dengan likuiditas yang memadai dan tren penurunan suku bunga kredit, perbankan diharapkan terus memperkuat fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Dian.

Editor: Difky

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06