Harga Plastik Naik Imbas Geopolitik, Pemerintah Dorong Diversifikasi dan Bioplastik

Minggu, 12 April 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman sekitar 70 persen distribusi bahan baku (nafta) melewati jalur Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik geopolitik dan mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan. Pemerintah bersama Kementerian Perdagangan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk meghadapi kondisi tersebut. Foto: Kementerian UMKM

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman sekitar 70 persen distribusi bahan baku (nafta) melewati jalur Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik geopolitik dan mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan. Pemerintah bersama Kementerian Perdagangan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk meghadapi kondisi tersebut. Foto: Kementerian UMKM

Pemerintah menyiapkan strategi komprehensif untuk menahan lonjakan harga plastik yang mulai menekan pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyebut Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik hingga 55 persen.

Sekitar 70 persen distribusi bahan baku nafta tersebut melewati jalur Selat Hormuz. Konflik geopolitik di kawasan itu mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan.

Untuk meredam dampaknya, pemerintah bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, pemerintah membuka alternatif pasokan nafta dari kawasan yang lebih stabil seperti Afrika, India, dan Amerika.

“Pemerintah sedang menyiapkan proses administrasi agar distribusi bahan baku baru dapat segera berjalan,” kata Maman.

Baca Juga :  QRIS Perkuat Integrasi Ekonomi Digital ASEAN

Pemerintah juga memanfaatkan situasi ini untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional.

Salah satu langkahnya ialah mendorong penggunaan bahan baku alternatif ramah lingkungan berbasis sumber daya domestik.

Bambu, rumput laut, dan singkong memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bioplastik sebagai pengganti bahan berbasis nafta.

“Ini bukan sekadar solusi krisis pasokan, tetapi peluang membangun industri hijau berbasis potensi lokal,” ujar Maman.

Indonesia memiliki pasokan rumput laut dan singkong yang melimpah. Sejumlah pelaku UKM bahkan telah memproduksi plastik berbasis rumput laut dan berhasil menembus pasar ekspor.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Kerahkan ASN Goro Dampak Banjir di Padang

Namun, keterbatasan pasar membuat biaya produksi masih relatif tinggi.

Maman menilai kebijakan yang tepat dapat meningkatkan permintaan sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

“Jika pemerintah memperkuat substitusi bahan baku dari nafta ke rumput laut, permintaan akan tumbuh dan biaya produksi bisa ditekan,” katanya.

Pemerintah kini mengkaji berbagai kebijakan pendukung, seperti subsidi penggunaan bioplastik, penguatan rumah kemasan bersama, serta pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Di saat yang sama, pemerintah mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan praktik daur ulang.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Sumber Infopublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru