Kemendiktisaintek: AI bukan Pengganti Guru, Tetapi Alat Penguat Pembelajaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemendiktisaintek) Badri Munir Sukoco dalam dialog bersama media bertajuk “Ngopi Bareng Media dan Iftar” di Jakarta, Jumat (13/3/2026) (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid)

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemendiktisaintek) Badri Munir Sukoco dalam dialog bersama media bertajuk “Ngopi Bareng Media dan Iftar” di Jakarta, Jumat (13/3/2026) (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid)

Pemerintah menegaskan tidak akan membatasi secara kaku pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan. Pemerintah justru mendorong penggunaan AI sebagai alat bantu untuk memperkuat proses belajar mengajar, bukan menggantikan peran guru dan dosen.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco, mengatakan pemerintah menerapkan pendekatan terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi AI.

“Pendekatan kita terhadap AI dalam pendidikan bukan pendekatan restriktif. Kita melihat AI sebagai alat bantu,” ujar Badri dalam dialog media bertajuk Ngopi Bareng Media dan Iftar di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Batam Raih Penghargaan Hardiknas 2026

Badri menegaskan AI harus mendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia dalam pendidikan.

“AI tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan secara otomatis,” katanya.

Selanjutnya, teknologi ini dapat mendorong inovasi pembelajaran, seperti pengembangan materi ajar interaktif, personalisasi pembelajaran, hingga pemanfaatan data.

Baca Juga :  Komdigi Wajibkan Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik, Aktivasi Tanpa Face Recognition Bakal Disanksi

Badri juga mngingatkan pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak agar memberikan manfaat maksimal tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan.

“Pemanfaatan AI harus memberikan manfaat sebesar mungkin, tetapi tetap digunakan secara bijaksana,” ujarnya.

Ia menilai pendidik dan peserta didik perlu memahami penggunaan teknologi secara kontekstual, etis, dan bertanggung jawab.

Sistem pendidikan harus mampu merespons cepat perkembangan teknologi agar AI dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Sumber InfoPublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam
62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi
Amsakar Tegaskan Pembangunan SMKN 13 Batam Perkuat SDM Unggul
Menkomdigi Ajak Guru Kawal PP TUNAS, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Pegadaian Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Siapkan Masa Depan Sejak Dini
Wamendikdasmen Apresiasi Komitmen Kepri Bangun Pendidikan di Wilayah Kepulauan
BP Batam Gandeng UMRAH Perkuat Riset dan Pengembangan Wilayah
Belajar Sambil Bermain, TK Islam Hang Tuah Batam Cetak Anak Lebih Berani dan Mandiri
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:46 WIB

BIB Salurkan Bantuan Rp49,2 Juta untuk SLB Negeri Batam

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:47 WIB

62 Persen Lulusan SMP Pilih SMK, Pemprov Kepri Tambah Sekolah Vokasi

Senin, 13 Juli 2026 - 21:58 WIB

Amsakar Tegaskan Pembangunan SMKN 13 Batam Perkuat SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:12 WIB

Menkomdigi Ajak Guru Kawal PP TUNAS, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:56 WIB

Pegadaian Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Siapkan Masa Depan Sejak Dini

Berita Terbaru