Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai menghitung kebutuhan anggaran untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana pendidikan tinggi negeri gratis.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, pemerintah menghitung standar pembiayaan per mahasiswa sekaligus memetakan kondisi seluruh perguruan tinggi negeri (PTN).
“Kami sudah mulai menghitung bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Rabu (23/9/2026).
Brian menyebut penghitungan tersebut akan menjadi dasar pemerintah menyusun skema dan tahapan penerapan pendidikan tinggi gratis.
Pemerintah tidak hanya menghitung biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga melihat jumlah mahasiswa dan kebutuhan pembiayaan masing-masing PTN. Langkah itu diperlukan agar kebijakan tidak mengganggu keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di kampus negeri.
Setelah penghitungan rampung, Kemdiktisaintek akan melaporkan hasilnya kepada Presiden untuk menentukan skema dan waktu penerapan.
Pemerintah membuka kemungkinan menerapkan kebijakan secara langsung maupun bertahap, bergantung pada kesiapan pembiayaan.
“Barangkali tentu juga kita akan melihat penahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan,” kata Brian.
Selain menghitung kebutuhan anggaran, Kemdiktisaintek mengevaluasi berbagai dukungan pendidikan yang sudah berjalan, termasuk Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Pemerintah menargetkan dukungan tersebut tetap menjangkau masyarakat yang tidak mampu agar memiliki kesempatan masuk perguruan tinggi.
“Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu,” ujar Brian.
Brian menyebut mahasiswa dari kelompok desil satu hingga empat di PTN telah mendapatkan dukungan beasiswa. Sementara mahasiswa yang memperoleh afirmasi dengan kontribusi biaya sangat rendah hingga tanpa biaya mencapai lebih dari 28 persen di PTN.
Data tersebut menjadi bagian dari pemetaan pemerintah sebelum menentukan kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Kemdiktisaintek masih mematangkan penghitungan kebutuhan per mahasiswa, jumlah mahasiswa, kebutuhan tiap PTN, serta kemampuan pembiayaan negara. Hasil kajian itu akan menjadi dasar pemerintah menentukan skema dan tahapan penerapan pendidikan tinggi gratis. Sumber Infopublik
Editor: Bibah







