OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Siapkan Delapan Aksi Strategis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Dialog Pasar Modal di BEI, Minggu (31/1/2026). Foto: Istimewa

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Dialog Pasar Modal di BEI, Minggu (31/1/2026). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan pemangku kepentingan mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. OJK menyiapkan delapan aksi strategis untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, dan menjaga kepercayaan investor.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan reformasi ini mengacu pada praktik terbaik global dan ekspektasi Global Index Provider. OJK menjalankan agenda tersebut bersama BEI, KPEI, dan KSEI.

Friderica menjelaskan, delapan aksi strategis itu terbagi dalam empat klaster utama, yakni free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi antarotoritas.

Baca Juga :  OJK Tegaskan Pengawasan Adaptif Hadapi Risiko Digital dan Aset Kripto

Pada klaster free float, OJK menaikkan batas minimum kepemilikan publik emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Emiten baru wajib langsung menerapkan ketentuan tersebut, sementara emiten lama memperoleh masa transisi.

OJK meningkatkan keterbukaan data ultimate beneficial owner (UBO) dan kepemilikan saham agar lebih granular dan selaras praktik global. KSEI akan menyerahkan data tersebut kepada BEI untuk dipublikasikan.

Baca Juga :  OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal

OJK juga mendorong demutualisasi BEI, memperketat pengawasan, serta menindak tegas manipulasi saham dan penyebaran informasi menyesatkan.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan OJK bertindak nyata menjaga kepercayaan publik dan melindungi investor.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapan BEI meningkatkan transparansi sesuai permintaan MSCI. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menekankan pertumbuhan bursa harus bertumpu pada kualitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat
Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar
Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
Kepri dan KomDigi Percepat Penuntasan Blank Spot dengan Satelit dan Frekuensi 700 MHz
Amsakar: Transmigrasi Percepat Pemerataan Pembangunan
Presiden Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Program MBG Masuki Babak Baru

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:34

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:59

OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:24

Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:28

Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:15

Telkom Pamerkan OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06