OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Santri

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Istimewa

Kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya santri. Program ini membekali santri dengan kemampuan mengelola keuangan secara sehat, inklusif, dan sesuai prinsip syariah. OJK juga mendorong kewirausahaan serta kemandirian ekonomi umat.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang digelar bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ismail menilai santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

“Santri berperan penting meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai prinsip Islam,” ujarnya.

Baca Juga :  OJK Tingkatkan Kompetensi Tim Penilai untuk Jaga Integritas PVML

Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Potensi ini didukung jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.

Karena itu, literasi keuangan syariah perlu terus ditingkatkan agar masyarakat mampu memahami dan memanfaatkan berbagai produk keuangan syariah secara optimal.

Ismail berharap pengetahuan yang diperoleh santri di pesantren, termasuk tentang keuangan syariah, dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU, KH Fahmi Akbar Idries, menegaskan santri tidak hanya berperan sebagai pemuka agama, tetapi juga sebagai wirausaha yang mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi umat.

Baca Juga :  Purbaya Lantik 27 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Integritas dan Peran Bea Cukai Jaga Pasar Domestik

“Santri harus berani berperan aktif membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik membantu santri mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak,” kata Fahmi.

Kegiatan SAKINAH di Pesantren Darunnajah diisi dengan pengenalan keuangan syariah dan edukasi kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Peserta juga mendapat materi dari industri jasa keuangan syariah serta pelatihan kewirausahaan santri yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif. OJK juga membuka akses layanan keuangan syariah bagi santri serta meluncurkan Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Editor: Yuli

Berita Terkait

OJK Panggil TAFS Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan
Satgas PASTI Ungkap Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Ditangkap
OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan
77,4 Persen Masyarakat Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak
Puteri Indonesia 2026 Siap Kawal Sosialisasi PP Tunas
Raja Ali Haji di Taman Magtymgyly Pyragy, di Antara Pahlawan Literatur, Penyair dan Pemikir Dunia
Langkah Awal Ekspansi Global, Pegadaian Timor Leste Catat Kinerja Gemilang
442 Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:43 WIB

OJK Panggil TAFS Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Satgas PASTI Ungkap Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Ditangkap

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:48 WIB

OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:41 WIB

77,4 Persen Masyarakat Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:55 WIB

Puteri Indonesia 2026 Siap Kawal Sosialisasi PP Tunas

Berita Terbaru