OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan

Minggu, 7 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil PT Anugerah Digital Indonesia, pengelola platform pinjaman online Solusiku, untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran dalam proses penagihan.

OJK mengambil langkah tersebut setelah menerima pengaduan konsumen melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Konsumen melaporkan dugaan penagihan yang melanggar prinsip perlindungan konsumen, termasuk dugaan penyalahgunaan data pribadi dan penyebaran informasi kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Saat ini, OJK masih mendalami laporan tersebut dengan memeriksa data, dokumen, dan keterangan dari pihak terkait.

Dalam klarifikasi itu, OJK memeriksa kepatuhan Solusiku terhadap aturan penagihan, penggunaan nomor dan kanal resmi perusahaan, pengawasan terhadap petugas penagihan, serta penerapan perlindungan data pribadi konsumen.

Baca Juga :  OJK Kepri Dorong Sektor Jasa Keuangan Perkuat Ekonomi di HUT ke-81 RI

OJK juga meminta Solusiku menghentikan sementara penagihan terhadap konsumen pelapor hingga proses pemeriksaan selesai.

Selain itu, OJK mewajibkan Solusiku menyerahkan dokumen pendukung, mengusut pihak yang diduga terlibat, mengambil langkah perbaikan, dan memperketat pengawasan terhadap petugas penagihan maupun mitra pihak ketiga.

OJK menegaskan akan terus mengawasi tindak lanjut perusahaan. Jika menemukan pelanggaran, OJK akan menjatuhkan sanksi administratif atau tindakan pengawasan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Mensesneg Imbau Warga Waspada Saat Nataru, Pemerintah Perketat Pengawasan Transportasi

OJK juga mengingatkan seluruh penyelenggara pinjaman online agar menjalankan bisnis secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. OJK melarang praktik penagihan yang mengandung intimidasi, ancaman, maupun penyalahgunaan data pribadi konsumen.

Di sisi lain, OJK mengimbau masyarakat menggunakan layanan pinjaman online yang telah berizin dan berada di bawah pengawasannya. OJK juga meminta konsumen tetap memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran melalui APPK OJK, Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, atau email konsumen@ojk.go.id.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru