Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai memperkuat pengaturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS, Rabu (19/8/2026).
OJK menyiapkan jabatan ini untuk menjalankan mandat Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Friderica menegaskan pemerintah menaruh ekspektasi besar pada BMKS. OJK akan menggunakan bursa ini untuk memperkuat perdagangan dan menekan praktik transfer pricing serta under-invoicing yang merugikan Indonesia.
“Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden, bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa Indonesia,” kata Friderica.
Indonesia menjadi produsen utama mineral dan komoditas strategis. Namun, pasar luar negeri masih membentuk harga sejumlah komoditas sehingga Indonesia belum menikmati nilai ekonominya secara optimal.
BMKS akan mendorong pelaku pasar membentuk harga secara lebih transparan di dalam negeri.
Friderica meminta OJK menyiapkan aturan dan pengawasan sejak awal agar BMKS berjalan sesuai mandat.
“Perlu mempersiapkan sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang diberikan kepada OJK,” ujarnya.
Pengisian jabatan ini mendorong OJK membangun kerangka regulasi dan ekosistem BMKS.
OJK akan mengatur perdagangan agar berjalan teratur, transparan, dan berintegritas. OJK juga akan mengendalikan risiko serta memperkuat tata kelola.
Presiden turut menyoroti mandat OJK atas BMKS dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026.
Friderica menilai sorotan tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi pemerintah kepada OJK.
OJK menargetkan BMKS menjadi ekosistem perdagangan yang kredibel. Bursa ini akan memperkuat pembentukan harga dan mendorong peningkatan nilai tambah mineral serta komoditas strategis bagi Indonesia.
Editor: Difky







