OJK Tuntaskan Penyidikan Tindak Pidana Perbankan di PT BPR Panca Dana

Selasa, 24 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum dan jaksa menyatakan berkas lengkap (P.21). Pada Senin (23/2). Foto: Istimewa

Penyidik melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum dan jaksa menyatakan berkas lengkap (P.21). Pada Senin (23/2). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di PT Bank Perkreditan Rakyat Panca Dana, Ruko Depok Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

OJK menetapkan tiga tersangka: AK (mantan Direktur Utama), MM (Customer Service), dan VAS (Kepala Bagian Operasional). Penyidik melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum dan jaksa menyatakan berkas lengkap (P.21). Pada Senin (23/2), penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Depok.

Penyidik menemukan para tersangka mencairkan 96 bilyet deposito milik 35 nasabah tanpa izin sejak Oktober 2018 hingga Mei 2024. Mereka mencatat transaksi palsu dalam pembukuan bank untuk menutupi aksi tersebut.

Baca Juga :  OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Total dana yang mereka cairkan mencapai Rp14,02 miliar. Para tersangka memakai uang itu untuk kepentingan pribadi, membayar bunga deposito yang sudah mereka cairkan, serta menutup penyalahgunaan dana sebelumnya.

AK menginisiasi dan menyetujui 660 kredit fiktif kepada 646 debitur sepanjang Mei 2020 hingga Mei 2024. Per Agustus 2024, baki debet kredit tersebut mencapai Rp32,43 miliar.

AK menerbitkan kredit itu untuk menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) agar terlihat sehat. Penyidik juga menemukan sebagian dana kredit mengalir ke kantong pribadi tersangka dan pihak lain.

Baca Juga :  OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Ekosistem Bulion 2026–2031

Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan/atau huruf c UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan junto KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Penyidik menyita tanah dan bangunan di Sawangan, satu unit mobil, perhiasan, dan sejumlah barang lainnya.

OJK memastikan proses hukum tidak mengganggu operasional bank. OJK juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas kejahatan di sektor jasa keuangan.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Dorong Promosi UMKM Batam Perluas Pasar
Erlita Perkuat Tata Kelola PKK, Posyandu, dan Dekranasda Batam
BP Batam-PT Pertamina Perkuat Layanan Aviasi di Hang Nadim
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
OJK Perkuat Pengawasan Bursa Mineral, Henry Rialdi Dilantik Jadi Deputi Komisioner BMKS
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital Tetap Sehat
Kepri Raih Terbaik II Pengelolaan Sampah, Dapat Insentif Rp1,5 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:45

Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Dorong Promosi UMKM Batam Perluas Pasar

Selasa, 22 September 2026 - 17:47

Erlita Perkuat Tata Kelola PKK, Posyandu, dan Dekranasda Batam

Minggu, 20 September 2026 - 12:53

BP Batam-PT Pertamina Perkuat Layanan Aviasi di Hang Nadim

Selasa, 15 September 2026 - 21:53

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026

Rabu, 2 September 2026 - 00:34

Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19