Kemnaker Sesuaikan Uang Saku Magang dengan Kenaikan UM 2026

Senin, 16 Februari 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan kenaikan UM di berbagai daerah langsung menaikkan uang saku peserta. Foto: Kemnaker RI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan kenaikan UM di berbagai daerah langsung menaikkan uang saku peserta. Foto: Kemnaker RI

Kementerian Ketenagakerjaan memastikan uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) naik mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) 2026. Kebijakan ini memperkuat keberlanjutan program sekaligus menambah dukungan biaya hidup peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan kenaikan UM di berbagai daerah langsung menaikkan uang saku peserta. “Karena UM 2026 naik, uang saku peserta pemagangan juga naik,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Di Sumatra Barat, Upah Minimum Provinsi naik dari Rp2.994.193 pada 2025 menjadi Rp3.182.955 pada 2026. Kenaikan ini otomatis menyesuaikan uang saku peserta karena komponen biaya hidup mengacu pada UM setempat.

Baca Juga :  Sambut HPN 2026, KJK Ajak Warga Bersihkan Pantai

Program Pemagangan Nasional memberikan uang saku untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta selama belajar dan praktik di industri. Skema ini juga melatih kemandirian dan disiplin dalam mengelola keuangan.

Saat meninjau program di RS Universitas Andalas, Padang, Yassierli meminta peserta menggunakan uang saku secara bijak untuk menabung, membantu keluarga, atau mengembangkan diri.

Kemnaker mencatat 46 peserta magang di rumah sakit tersebut dan sekitar 2.800 peserta tersebar di Sumatra Barat. Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi program.

Baca Juga :  Puluhan Anak Pengungsi Luar Negeri di Batam Bersekolah

Peserta mengaku mendapat pengalaman positif, mulai dari lingkungan kerja yang suportif, pembimbing responsif, hingga praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Program ini kian efektif memperkuat kompetensi teknis dan soft skills.

Menurut Yassierli, program ini menjadi prioritas pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan SDM siap kerja dan menekan pengangguran.

Ke depan, Kemnaker akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas program agar semakin adaptif serta mampu menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja. Sumber InfoPublik

Editor: Difky

Berita Terkait

OJK Panggil TAFS Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan
Satgas PASTI Ungkap Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Ditangkap
OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan
77,4 Persen Masyarakat Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak
Puteri Indonesia 2026 Siap Kawal Sosialisasi PP Tunas
Raja Ali Haji di Taman Magtymgyly Pyragy, di Antara Pahlawan Literatur, Penyair dan Pemikir Dunia
Langkah Awal Ekspansi Global, Pegadaian Timor Leste Catat Kinerja Gemilang
442 Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:43 WIB

OJK Panggil TAFS Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Satgas PASTI Ungkap Penghimpunan Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Ditangkap

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:48 WIB

OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:41 WIB

77,4 Persen Masyarakat Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:55 WIB

Puteri Indonesia 2026 Siap Kawal Sosialisasi PP Tunas

Berita Terbaru