Komplotan Calo Tiket Pelni di Pelabuhan Batu Ampar Diringkus

Selasa, 17 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ditreskrimum Polda Kepri Konferensi pers pengungkapan kasus calo tiket, di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Sealasa (17/3/2026). Foto: Metroposid

Ditreskrimum Polda Kepri Konferensi pers pengungkapan kasus calo tiket, di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Sealasa (17/3/2026). Foto: Metroposid

Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan lima calo tiket dan seorang oknum petugas PT Pelni atas dugaan penipuan di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, Senin (16/3/2026). Polisi menetapkan satu orang berinisial RS sebagai tersangka utama.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, mengungkapkan modus penipuan bermula saat korban berinisial M mengantar istrinya ke pelabuhan. Pelaku RS menghampiri korban dan menawarkan tiket kapal tujuan Medan.

“Awalnya korban menolak karena sudah punya tiket. Namun, tak lama kemudian kerabat korban menelepon untuk menitip beli tiket mudik di hari yang sama,” ujar Nona di Mapolda Kepri, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :  500 Ton Bantuan dari #TemanJNE Disalurkan ke Sumatra

Korban akhirnya bertransaksi dengan RS yang mengaku memiliki jatah tiket dari oknum pegawai Pelni. RS mematok harga Rp450 ribu untuk kelas ekonomi, jauh di atas harga resmi Rp270 ribu. Naas, setelah uang berpindah tangan, RS tak kunjung menyerahkan tiket fisik dengan alasan sedang diproses rekannya.

“Hingga satu jam sebelum kapal berangkat, ponsel pelaku tidak aktif. Korban yang merasa tertipu langsung melapor ke polisi,” lanjut Nona.

Baca Juga :  Penumpang PELNI Melonjak Tajam Jelang Mudik Lebaran 1447 H

Bergerak cepat, petugas menyisir area pelabuhan dan meringkus RS beserta empat rekan calonya. Polisi juga mengamankan satu oknum petugas Pelni yang diduga berperan mempermudah praktik percaloan dengan keuntungan ganda.

Meski mengamankan enam orang, polisi baru menetapkan RS sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. RS terbukti melakukan penipuan langsung terhadap korban M.

“Tersangka kami jerat Pasal 494 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP) dengan ancaman denda maksimal Rp10 juta,” tegas Nona.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru