Kemkomdigi: PP Tunas Lindungi Anak di Ruang Digital

Kamis, 16 April 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Stafsus Menkomdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, dalam Sharing Session Peran Sarjana Ilmu Komunikasi dalam Mengawal Implementasi PP Tunas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Foto: Wahyu/InfoPublik/KPM Kemkomdigi

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Stafsus Menkomdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, dalam Sharing Session Peran Sarjana Ilmu Komunikasi dalam Mengawal Implementasi PP Tunas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Foto: Wahyu/InfoPublik/KPM Kemkomdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) bertujuan melindungi anak di ruang digital, bukan membatasi akses mereka terhadap teknologi.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyatakan banyak pihak keliru memahami kebijakan tersebut sebagai pembatasan. Menurutnya, pemerintah justru ingin memastikan anak tetap aman saat mengakses dunia digital.

“Ini bukan pembatasan, tetapi permudahan. Jika anak masuk ke ruang digital, kita harus memastikan mereka aman,” kata Alfreno dalam Sharing Session Peran Sarjana Ilmu Komunikasi dalam Mengawal Implementasi PP Tunas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga :  TelkomGroup Siaga Nataru 2025/2026, Pastikan Layanan Andal dan Percepat Pemulihan Jaringan

Alfreno menegaskan pemerintah tidak menghambat inovasi maupun akses anak terhadap teknologi. Pemerintah hanya menunda akses anak pada platform berisiko tinggi hingga mereka dinilai siap.

Kemkomdigi juga memetakan tujuh risiko utama di ruang digital, yaitu contact risk, content risk, commercial risk, privacy risk, behavioral risk, psychological risk, dan physiological risk.

Ia menjelaskan, contact risk menjadi ancaman terbesar karena anak mudah berinteraksi dengan pihak anonim yang berpotensi melakukan perundungan, penipuan, hingga eksploitasi.

Paparan konten kekerasan dan ujaran negatif secara berulang juga dapat memengaruhi perilaku anak. Selain itu, anak berpotensi melakukan transaksi digital tanpa pemahaman yang cukup sehingga memicu risiko komersial.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Doa Bersama Warga Tapsel di Malam Tahun Baru

Dari sisi privasi, anak sering membagikan data pribadi tanpa memahami dampaknya. Kondisi ini membuat informasi sensitif mereka rentan disalahgunakan di platform digital.

Alfreno juga mengingatkan penggunaan gawai berlebihan dapat memicu kecanduan, gangguan kesehatan mental, hingga menurunkan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan layar terlalu lama bahkan berisiko mengganggu kesehatan mata anak.

“Ruang digital ini seperti hutan rimba. Negara harus hadir memastikan anak-anak aman sebelum benar-benar siap masuk ke dalamnya,” tegas Alfreno.

Melalui PP Tunas, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem digital yang lebih aman dan ramah anak, sekaligus mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Sumber Infopublik

Editor: Yuli

Berita Terkait

Menpar Apresiasi Bali Spirit Festival, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global
Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar
Presiden Tinjau Stok Beras, Tekankan Kualitas dan Distribusi
Kasus Kekerasan Perempuan di Ruang Digital Terus Meningkat
OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Lewat Literasi dan Akses Keuangan Syariah
OJK Percepat Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan SLIK
Dorong Pembiayaan Pembangunan OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pegawasan Industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun
Harga Plastik Naik Imbas Geopolitik, Pemerintah Dorong Diversifikasi dan Bioplastik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:03 WIB

Menpar Apresiasi Bali Spirit Festival, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Minggu, 19 April 2026 - 19:12 WIB

Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar

Minggu, 19 April 2026 - 16:24 WIB

Presiden Tinjau Stok Beras, Tekankan Kualitas dan Distribusi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:32 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan di Ruang Digital Terus Meningkat

Kamis, 16 April 2026 - 21:35 WIB

Kemkomdigi: PP Tunas Lindungi Anak di Ruang Digital

Berita Terbaru

 Presiden Prabowo Subianto didampingi Wamentan Sudaryono melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). Foto: BPMI Setpres

Nasional

Presiden Tinjau Stok Beras, Tekankan Kualitas dan Distribusi

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:24 WIB