Polresta Barelang mengungkap 12 laporan polisi dan menangkap 19 tersangka laki-laki. Polisi menyita 1.130 gram sabu, 46 butir ekstasi, dan 238 liquid vape berbahaya.
Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono menegaskan, operasi ini bukti komitmen jajarannya memberantas narkotika. “Kami serius menindak peredaran narkoba di Batam,” katanya.
Petugas menangkap tersangka di berbagai lokasi. Seluruhnya laki-laki. Anggoro menambahkan, pengawasan dan penindakan akan terus diperketat. “Perang narkoba tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Polisi menemukan tren baru: etomidate dicampur ke liquid vape. Vape yang disita terdiri dari Thugs (150 pcs), Mercedes (51 pcs), dan Yakuza (3 pcs). Ekstasi berbagai merek disita, termasuk Heineken, Redbull, Minion, Kodok, dan Gold.
Kasat Narkoba Arsyad Riyandi menyebut keberhasilan ini hasil kerja keras anggota dan dukungan masyarakat.
Pengungkapan ini diperkirakan menyelamatkan 14.971 orang dari potensi narkoba. Satu gram sabu bisa dikonsumsi 5–10 orang, satu butir ekstasi untuk 1–2 orang, dan satu vape untuk 5–15 orang.
Tersangka dijerat pasal berlapis: Pasal 609 KUHP dan Pasal 114 UU Narkotika. Ancaman hukuman 10–20 tahun penjara dan denda Rp200 juta–Rp2 miliar. Polisi berharap efek jera ini mempersempit ruang gerak jaringan narkoba di Barelang.
Editor: Difky






